Senin, 22 Desember 2014

News / Regional

Angka Kemiskinan

Angka Kemiskinan di Jember Bertambah

Senin, 2 April 2012 | 23:38 WIB

JEMBER, KOMPAS.com -- DPRD Jember, Jawa Timur, kecewa terhadap kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jember karena angka orang miskin bertambah banyak. Jumlah rumah tangga  miskin di Jember bertambah 80.977 rumah tangga.

Hal itu terungkap pada rapat dengar pendapat Komisi D DPRD Jember dengan Bappeda, Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, dan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Senin (2/4/2012).

Ketua Komisi D Ayub Junaedi mengatakan, data BPS yang menunjukkan kenaikan angka rumah tangga miskin dari 237.700 rumah tangga menjadi 318.677 rumah tangga, harus ditelusuri. "Kami mengundang BPS, Bappeda, dan Asisten Sekda untuk antsipasi jika terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak," kata Ayun.

Lukman Hakim dari BPS Jember mengatakan, saat melakukan pendataan BPS sudah berupaya independen memberi penilaian katagori rumah tangga miskin. Bahkan hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun lalu sudah disampaikan ke Tim Penanggulangan Pengentas Kemiskinan di Jakarta, tercatat sebanyak 318.677 rumah tangga miskin.

Ketua Bappeda Jember H Moh Thamrin menabahkan, sudah banyak upaya pemerintah kabupaten untuk mengentas kemiskinan. "Malah data terbaru dari Pemprov Jawa Timur menyebutkan, Kabupaten Jember masuk urutan ke-21 termiskin di Jawa Timur. Ada penurunan yang sangat signifikan dari satu digit menjadi dua digit. Secara absolut waktu itu orang miskinnya terbanyak, karena jumlah penduduk Kabupaten Jember juga banyak, yakni 2,3 juta jiwa dan keluarga miskin sebanyak 237.700 rumah tangga," papar Thamrin.

Ia meyakini, angka yang disampaikan BPS Jember ke Tim Penangulangan Pengentas Kemiskinan berupa data mantah yang belum diolah. "Data seperti itu seharusnya tidak boleh keluar sebelum diumumkan oleh TPPK (Tim Partisipasi Penaggulangan Kemiskinan) di Jakarta," ujar Thamrin.


Penulis: Syamsul Hadi
Editor : Nasru Alam Aziz