Jembatan Binuang Retak, TransSulawesi Terancam - Kompas.com

Jembatan Binuang Retak, TransSulawesi Terancam

Kompas.com - 29/03/2012, 09:35 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Jembatan Binuang yang menghubungkan jalur lintas barat Sulawesi Selatan dan Barat di Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengalami keretakan, hingga permukaan jembatan turun beberapa centimeter. Kondisi itu kini mulai membahayakan pengguna jalan karena panjang retakan yang terus bertambah.

Hingga kini, Kamis (29/3/2012), belum terlihat upaya perbaikan dari pemerintah provinsi setempat untuk memperbaiki jembatan sepanjang 70 meter tersebut. Padahal, setiap hari ribuan kendaraan lintas barat sulawesi bermuatan puluhan ton melintas di lokasi ini.  "Mestinya Pemerintah cepat tanggap, ini jalur negara yang berpotensi membahayakan orang banyak, dan memutuskan hubungan antar dua provinsi jika sampai ambruk," ujar Rudi sopir angkutan umum jurusan Majene-Makassar.

Kepala Dinas PU Sulbar, Idham Hasim mengakui adanya keretakan jalan dan jembatan di Binuang. Meski tidak bertanggungjawab secara teknis, namun Idham menyatakan pihaknya kini telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Balai Jalan dan Jembatan wilayah Sulbar untuk segera membenahi kerusakan.Menurut Idham, sebelumnya ujung jembatan Binuang juga pernah mengalami kerusakan dan langsung dibenahi.

Kepala Satuan Kerja Balai Jalan dan Jembatan wilayah Sulbar, Rohmul Parewasi yang dihubungi terpisah mengatakan, kerusakan jembatan di Binuang bukan pada konstruksi jembatan dan bentangan melainkan pada permukaan jalan. Jika tidak segera dibenahi, berpotensi ambruk dan membahayakan pengguna jalan.

Rohmul menyatakan, pekan ini tim akan langsung membenahi kerusakan jembatan di Binuang. Untuk mempercepat pengerjaan jalan dan tidak mengganggu lalu lintas dalam waktu lama, pihaknya akan menggunakan semen khusus polimer. Dengan menggunakan semen itu, perbaikan jalan bisa lebih cepat dan tidak menghambat pengguna jalan.


PenulisJunaedi
EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan
Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Pengacara Buni Yani hingga Mantan Napi Ujaran Kebencian Dikukuhkan Jadi Pengurus KONI DKI

Megapolitan
CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

CRCS: Penafsiran atas Ajaran Agama Bukan Penyimpangan atau Penodaan

Nasional
Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Perancis Bertekad Tingkatkan Populasi Serigala hingga 40 Persen

Internasional

Close Ads X