Sabtu, 25 Februari 2017

Regional

Mahasiswa Blokade Bandara Babullah

Rabu, 28 Maret 2012 | 10:56 WIB

TERNATE, KOMPAS.com — Mahasiswa di Ternate yang tergabung dalam Front Cipayung Bersatu masih tetap menggelar aksi penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Rabu (28/3/2012). Kali ini, mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas polisi.

Awalnya, mahasiswa dari berbagai elemen seperti HMI, PMII, dan GMKI saat berkonsentrasi di depan kampus Universitas Khairun Ternate, Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan di Akehuda, Ternate Utara, berkeinginan menduduki Bandara Babullah Ternate yang tak jauh dari lokasi konsentrasi massa.

"Kita hari ini harus memboikot bandara," tegas seorang orator mengarahkan massa pendemo. Kontan, hampir ribuan mahasiswa yang juga terdiri dari sejumlah BEM yang ada di Ternate langsung bergerak menuju Bandara Babullah.

Aksi massa mendapat perlawanan dari petugas kepolisian karena melarang mahasiswa masuk ke kawasan Bandara Babullah. Karena merasa dihalau, mahasiswa lantas melempari batu ke arah petugas kepolisian. Namun, petugas polisi hanya meredakannya dengan pendekatan persuasif. Alhasil, aksi pelemparan batu dapat dilerai.

Massa yang tadinya bergerak menuju bandara berhasil dihalau. Polisi hanya mengizinkan pendemo melakukan aksi di depan kampus Unkhair, Fakultas Keguruan. Tetapi, hal itu tidak membuat mahasiswa bubar. Meski hanya berorasi di depan kampus, tekad mahasiswa tetap memblokade Bandara Babullah. Ini karena aksi mahasiswa mengambil lokasi di Jalan Babullah, satu-satunya jalan masuk ke Bandara Babullah.

Aksi ini juga mengakibatkan akses jalan di kawasan itu tertutup. "Kita tetap menggelar aksi di sini (Jalan Babullah) supaya tidak ada pejabat yang mau ke bandara. Karena hari ini kita harus memblokir bandara," kata orator lainnya. Hingga berita ini ditulis, aksi mahasiswa masih terkonsentrasi di Jalan Babullah, sekitar 200 meter dari gerbang masuk Bandara Babullah Ternate.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Anton Abdul Karim
Editor : Glori K. Wadrianto