Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Aparat RI Bekingi Penyelundupan Motor ke Timor Leste?

Senin, 26 Maret 2012 | 15:29 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Penyelundupan kendaraan bermotor roda dua ke Distrik Oekusi, Timor Leste, belakangan semakin marak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Jenis motor yang diselundupkan adalah motor yang tidak memiliki surat-surat kendaraan bermotor, seperti STNK dan BPKB, alias "bodong".

Kebanyakan motor tersebut berpelat nomor Surabaya. Diduga ada oknum aparat kepolisian di Polres TTU yang membekingi praktik ilegal itu. Kompas.com berhasil menghubungi salah satu kurir berinisial DS, warga Bikomi Utara, TTU, yang biasa bertugas membawa motor masuk ke Oekusi melalui jalan tikus. DS mengatakan bahwa sudah lebih dari setahun ia melakukan bisnis ilegal ini.

"Saya biasa mengambil motor di Pelabuhan Tenau Kupang yang dikirim dari Surabaya atas perintah bos, kemudian motor saya bawa ke Kefamenanu untuk disimpan dan menunggu waktu yang tepat untuk dimasukkan ke Timor Leste melalui jalan tikus, tetapi sebelumnya, saya sudah hubungi pembeli dari Timor Leste guna memastikan jenis motor apa yang ingin dibeli sehingga begitu barangnya tiba, langsung transaksi," ujar DS di kediamannya, Minggu (25/3/2012) kemarin.

Tanpa menyebut identitasnya, DS mengaku bahwa bos yang dimaksudkannya adalah salah seorang anggota polisi di sana. DS pun mengatakan, saat membawa motor melalui jalan tikus, ia sering ditahan aparat TNI. Namun, setelah negosiasi dengan memberikan sejumlah uang, dia diloloskan untuk masuk ke Timor Leste. "Setiap kali saya masuk ke Timor Leste, pasti saya akan kasih jatah untuk komandan kompi di perbatasan berupa sejumlah uang, hingga saya bisa bebas masuk dengan membawa motor," kata DS.

Hasil penjualan motor bodong dalam sebulan, menurut DS, bisa sampai belasan motor dan ia mengaku mendapat keuntungan yang cukup besar. "Bos selalu suruh saya untuk masuk ke Timor Leste guna mencari pembeli. Setelah saya dapat pembeli, mereka akan memesan sesuai dengan jenis motor, kemudian saya akan sampaikan ke bos," katanya

Menurut DS, motor bodong yang biasa diminati oleh warga Timor Leste adalah jenis Yamaha Vixion, Honda Mega Pro, dan Honda Tiger.

Dimintai tanggapannya tentang kasus tersebut, Kepala Polres TTU Ajun Komisaris Besar I Gede Mega Suparwitha berjanji akan mengawasi dan menyelidiki siapa saja anggotanya yang terlibat. "Saya akan awasi yang bersangkutan sehingga kalau tertangkap, kita proses tanpa ampun," kata Gede.

Gede juga meminta kepada wartawan untuk melaporkan hasil investigasi berikut dokumentasi berupa foto.


Penulis: Sigiranus Marutho Bere
Editor : Glori K. Wadrianto