Rabu, 1 Oktober 2014

News / Regional

Senjata Api Bekas Konflik Ambon Diamankan

Kamis, 22 Maret 2012 | 00:26 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Yonif 301 Prabu Kian Santang dan Yonif 406 Chandra Kusuma, berhasil mengamankan seratusan pucuk senjata api (senpi) organik maupun rakitan peninggalan konflik Ambon, tahun 1999 silam.

Senpi tersebut diserahkan warga secara sukarela kepada aparat TNI dari Yonif 301 dan Yonif 406 itu ketika bertugas di wilayah Maluku.

Panglima Kodam XVI Pattimura Mayor Jenderal TNI Suharsono menjelaskan, senpi organik yang diamankan sebanyak 16 pucuk, senpi rakitan berjumlah 160 pucuk, dan 1.400 amunisi.

Selain itu terdapat puluhan bahan peledak (handak) dari berbagai jenis juga diamankan aparat dari kedua Batalyon tersebut. Salah satu di antaranya granat dan bom rakitan.

"Senpi, handak, dan amunisi tersebut diberikan secara sukarela oleh masyarakat kepada anggota dari kedua Batalyon tersebut," jelas Suharsono di lapangan upacara Lantamal XI Halong Ambon, usai menerima dan melepaskan Satuan Tugas (Satgas) Bawa Kendali Operasi (BKO) Kodam XVI Pattimura, Rabu (21/3/2012) siang tadi.

Pangdam menilai saat ini masih banyak senpi dan handan serta amunisi yang disimpan warga. Karena itu, ia minta agar masyarakat menyerahkan barang-barang yang dilarang tersebut kepada aparat keamanan terdekat.

Yonif 301 Prabu Kian Santang dan Yonif 406 Chandra Kusuma di BKO Kodam XVI Pattimura sejak setahun lalu. Mereka digantikan dengan Yonif 516 Caraka Yuda serta Yonif 131 Praja Sakti. Ia mengatakan, dalam memperoleh senpi, handak dan amunis, aparat TNI tidak melakukan razia maupun tindak memaksa warga, namun diberikan secara sukarela dari masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan yang dicapai oleh kedua Yonif tersebut patut diberikan apresiasi. "Saya sebagai Panglima memberikan apriasi kepada kedua Bataliyon karena mereka dengan gigih mampu berbaur dengan masyarakat, sehingga meredam konflik, dan warga mau menyerahkan senpi, dan bahan peledak," tandasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan mereka membuktikan bahwa TNI mampu mengambil hati masyarkat dan berbau tanpa memandang. Ia mengakui, hal tersebut merupakan harapan dari TNI saat ini.


Penulis: Rahman Alfarizi Patty
Editor : Tri Wahono