Jumat, 28 November 2014

News / Regional

Pertanian

Panen Jagung Varietas Baru di Pulau Samosir

Senin, 19 Maret 2012 | 10:55 WIB

SAMOSIR, KOMPAS.com - Jagung hibrida varietas baru, yakni Pertiwi 2 dan Pertiwi 3 dipanen perdana di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Jagung hibrida hasil persilangan tunggal itu diproduksi PT Agri Makmur Pertiwi.

Panen dilakukan di lahan percontohan Himpunan Kerukunan Tani di Desa Tolping, Pulau Samosir, Sumatera Utara, Senin (19/3/2012).

Direktur Utama PT Agri Makmur Pertiwi Junaedi, yang merupakan produsen benih jagung Pertiwi 2 dan Pertiwi 3 menyatakan, kehadiran perusahaannya untuk mengimbangi dominasi perusahaan perbenihan multi nasional yang sudah eksis. Dengan adanya perusahaan swasta nasional, akan mengimbangi produsen benih multinasional.

"Di China, kenapa harga benih jagung hibrida di sana lebih murah 30 persen dibanding di Indonesia. Itu karena ada kompetitor dari perusahaan nasional," jelasnya. Di tingkat petani, harga. Benih jagung Pertiwi 2 dan Pertiwi 3 Rp 45.000 per kilogram dan merupakan hasil persilangan tunggal.

"Tahun ini kami menargetkan memproduksi 2.000 ton benih jagung," katanya. Keunggulan benih jagung Pertiwi 2 lebih tahan penyakit bulai. Pertiwi 3 selain tahan bulai, juga hawar dan karat daun. Untuk Pertiwi 3 tongkol besar sehingga produktivitas rata-rata mencapai 9,4 ton jagung pipilan kering per hektar. Pertiwi 2 tongkol lebih kecil, tapi panjang dengan produktivitas 9,41 ton per hektar.

Umur pertanaman sampai panen 100 hari. Dengan klobot yang sudah kering disaat tanaman masih hijau. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Selain memproduksi benih jagung, PT Agri Makmur Pertiwi juga memproduksi benih sayur semusim. Seperti benih ketimun, tomat cabe, melon, semangka, kacang-kacangan, dan gambas.

Jemat Sebayang petani dari Karo yang juga Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia berharap pertanaman percontohan agar dibuat lebih banyak. Apalagi hasilnya bagus. Petani juga keberatan membeli benih jagung hibrida yang harganya Rp 280.000 sampai Rp 300.000 per kemasan 5 kilogram. Sementara harga jagung di petani rendah, hanya Rp 1.800 sampai Rp 2.000 per kilogram. "Kami minta harha benih jagung ditekan," katanya.


Penulis: Hermas Effendi Prabowo
Editor : Robert Adhi Ksp