Jumat, 31 Oktober 2014

News / Regional

Bencana

Banjir Bandang Terjang Sambelia, Lombok

Rabu, 14 Maret 2012 | 10:13 WIB

MATARAM, KOMPAS.com — Banjir bandang menerjang Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Timur Iswan Rahmadi yang dihubungi dari Mataram, Rabu (14/3/2012), membenarkan peristiwa banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sambelia sejak Selasa lalu sekitar pukul 20.00 Wita.

"Kami belum tahu secara pasti bagaimana dampak dari banjir tersebut dan kondisi warga yang menjadi korban banjir. Bupati sudah ke lokasi banjir tadi malam," ujarnya.

Ia mengatakan, informasi yang diperoleh dari pihak Kecamatan Sambelia, banjir bandang tersebut merusak jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Sementara data jumlah rumah rusak dan warga yang menjadi korban belum bisa dipastikan karena pemerintah masih melakukan pendataan, tetapi dilaporkan sudah ada warga yang diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Husnuddin Achsyid mengatakan, pihaknya sudah bergerak ke lokasi banjir untuk memberikan bantuan kepada para korban. Dinas Sosial, Kependudukan, dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB dan Dinas Kesehatan NTB juga ikut turun tangan membantu penanganan pascabencana.

"Kalau soal data pengungsi kami belum tahu pasti, tetapi informasinya sudah ada warga yang diungsikan. Laporan mengenai data rumah dan fasilitas publik yang rusak juga belum kami terima. Tim penanganan bencana sudah di lapangan untuk melakukan penanganan," katanya.

Kecamatan Sambelia yang berjarak sekitar 130 kilometer dari Kota Mataram juga pernah dilanda banjir bandang pada 2006 yang disebabkan hujan lebat disertai angin kencang lebih dari 24 jam. Banjir bandang disertai longsor yang menghantam Desa Belanting, Sambelia, Sandongan, dan Desa Koko Negelan, menyebabkan dua warga tewas, ratusan rumah rusak, dan sekitar 2.261 warga terpaksa mengungsi.


Editor : Marcus Suprihadi
Sumber: