Senin, 20 Oktober 2014

News / Regional

BANTAENG

Misterius, Penculikan dan Pemerkosaan Anak

Selasa, 13 Maret 2012 | 13:11 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com — Seorang bocah berusia tujuh tahun, NA, masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Andi Anwar Makkatutu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, setelah menjadi korban penculikan misterius. Korban yang diculik dari dalam kamarnya pada Minggu (11/3/2012) sekitar pukul 02.00 Wita itu juga mengalami kekerasan seksual.

Peristiwa yang menimpa pasangan MB (39) dan Drw (29) itu terjadi kala keduanya tertidur lelap. Korban baru ditemukan pada subuh harinya sekitar pukul 05.00 Wita di belakang SPBU Lamalaka atau sekitar 50 meter dari rumah korban. Saat ditemukan, dari bagian paha NA terus mengucur darah segar.

Menurut keterangan Drw, Selasa (13/3/2012), pelaku masuk ke dalam rumah dengan mengoyak dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu, tepat di bagian dapur. Kemudian pelaku membawa korban dengan cara digendong dan dikeluarkan lewat pintu dapur.

"Ketika diculik, anak saya tidak bisa teriak dikarenakan pelaku mengancamnya akan membunuh dengan mengajukan senjata tajam di bagian kepala," tutur Drw.

Warga yang bermukim di Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, itu kemudian dibawa ke Pantai Lamalaka yang berada di belakang rumahnya dengan menggunakan perahu. Di atas perahu korban kemudian diperkosa oleh pelaku hingga mengakibatkan luka di organ seksualnya.

Keterangan itu dibenarkan Direktur RSUD Andi Anwar Makkatutu, Syafruddin Nurdin, yang ditemui secara terpisah di kantor bupati setempat. "Kami memang menerima pasien berinisial N dan kami sudah menanganinya secara intensif. Korban mengalami luka sobek di bagian alat vitalnya," ungkap Syafruddin.

Sang ibu mengaku shock. Drw bersama suaminya yang hanya berprofesi sebagai nelayan dan buruh lepas itu tidak menyangka jika anak pertamanya turut menjadi korban dari peristiwa yang telah beberapa waktu terakhir mengguncang Bantaeng.

NA merupakan korban ketujuh di Kabupaten Bantaeng yang diculik dari dalam rumah di saat warga tengah tertidur lelap. Namun, sampai saat ini, aparat kepolisian masih kesulitan mengungkap pelaku penculikan misterius itu.


Penulis: Rini Putri
Editor : Glori K. Wadrianto