Rabu, 17 September 2014

News / Regional

Pemerintah Perlu Konservasi Kima

Minggu, 11 Maret 2012 | 22:18 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Pemerintah diminta melakukan upaya konservasi dan pengembangbiakkan kima (kerang raksasa) yang populasinya kian susut. Keberadaan kima mendukung kehidupan laut, khususnya ekosistem terumbu karang.

Aktivis konservasi kima di Sulawesi Tenggara, Habib Nadjar Buduha mengatakan, selama ini upaya konservasi terumbu karang belum dibarengi dengan konservasi kima. Padahal, kima berperan penting dalam menjaga kehidupan terumbu karang, ujar Habib, Minggu (11/3).

"Kima ( Tridacna) berukuran mulai dari sekepalan tangan orang dewasa hingga bisa mencapai panjang 1,3 meter dan berat 250 Kg. Kima berperan sebagai filter alami air laut. Satu ekor kima bisa menyaring berton-ton liter air laut setiap hari," ujar Habib.

Air laut yang bersih menjadi kunci bagi pertumbuhan terumbu karang. Dari upaya konservasi kima yang dilakukan Habib di Desa Toli-toli, Kecamatan Lalonggasumeeto, Konawe, Sultra, pemulihan terumbu karang terwujud.

Sejak 2009 Konservasi Taman Laut Kima Toli-toli yang didirikan Habib telah mengkonservasi 8.150 ekor kima di laut seluas dua hektar di pesisir desa tersebut. "Hasilnya, terumbu karang yang sebelumnya rusak akibat aktivitas pengeboman ikan sekarang sudah mulai pulih," katanya.

Ia pun berharap pemerintah bisa melakukan upaya konservasi serupa dengan skala yang lebih besar di banyak tempat. Ia meyakini hal itu akan mendukung upaya konservasi terumbu karang yang menjadi sumber keanekaragaman hayati laut.

Dihubungi secara terpisah, peneliti kima dari Universitas Diponegoro Prof Ambariyanto membenarkan pentingnya keberadaan kima bagi ekosistem karang. Kima juga bisa menjadi indikator perubahan suhu maupun pencemaran ekstrem di laut.

"Kalau suhu laut meningkat drastis atau laut tercemar polutan ekstrem, mantel kima akan memucat," ujar Ambariyanto. Kima juga memiliki kemampuan menyerap n itrogen dan phosphat, dua zat yang berbahaya bagi ekosistem laut.

Dengan berbagai fungsinya itu, kima me megang peranan penting untuk menjaga kelestarian hayati laut. Namun, populasi kima kini makin sulit ditemui. Di antara penyebab menyusutnya populasi kima adalah perburuan liar untuk mengambil cangkang dan dagingnya.

Ambariyanto pun berharap pemerintah bisa segera melakukan upaya untuk memulihkan dan memperbanyak populasi kima dengan sistem penangkaran. Pemerintah telah menetapkan kima sebagai satwa yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

 


Penulis: Mohamad Final Daeng
Editor : Robert Adhi Ksp