Selasa, 16 September 2014

News / Regional

Komoditas

Petani Bawang Merah Menjerit Terdesak Impor

Jumat, 2 Maret 2012 | 22:02 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Petani bawang merah di sentra pertanian bawang merah di Pujon dan Ngantang, Malang, Jawa Timur, menjerit karena harga jualnya yang rendah. Itu terjadi akibat terdesak bawang merah impor asal Cina, Vietnam atau Thailand.

Petani hanya bisa menjual kepada jenis pembeli tertentu, yang masih membeli bawang merah dengan alasan selera. Namun di Pasar Gadang hampir seluruh pedagang bawang merah lebih memilih membelanjakan modalnya untuk bawang merah impor.

Pii (50), petani bawang merah di Ngantang, Jumat (2/3/2012), menjelaskan, harga jual bawang merah kering saat ini hanya Rp 4.000 per kg di tingkat petani, menjadi Rp 7.000 di pasar.

Harga ini masih rendah dibandingkan dengan bawang merah impor asal Cina yang dijajakan di Pasar Induk Grosir Gadang Kota Malang sebesar Rp 5.000 per kg.

Kecuali rasa dan kadar air, kondisi bawang merah impor lebih baik. Butirnya lebih besar, bentuk umbinya bulat penuh, sehingga memudahkan untuk membelahnya saat memasak dan warnanya tampak ranum merah.

Lutfi, pedagang bawang merah grosir di Pasar Gadang menjelaskan, pembeli tanpa keperluan tertentu cenderung memilih bawang impor.

 

 

 


Penulis: Doddy Wisnu Pribadi
Editor : Agus Mulyadi