Kamis, 27 November 2014

News / Regional

Manusia Berkelamin Ganda Ditemukan di Bone

Selasa, 28 Februari 2012 | 16:01 WIB

BONE, KOMPAS.com — Fenomena manusia berkelamin ganda atau dikenal dengan sebutan hermafrodit ditemukan di Bone, Sulawesi Selatan. Kasus ini dialami oleh Damayanti alias Reza, yang kini terlunta-lunta di emperan Rumah Sakit Tenriawaru, Bone, akibat tak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Ditemui Selasa (28/2/2012), salah satu kerabat Reza, Asri, mengatakan, Reza merasakan kelainan pada dirinya sejak tamat sekolah dasar. Perkembangan tingkah laku ataupun fisik Reza pun berubah seiring usianya yang bertambah hingga 21 tahun saat ini.

Menurut Asri, sejak balita hingga tamat SD tingkah serta fisik Reza tak ubahnya seperti bocah perempuan lainnya. Namun, setelah tamat SD, fisiknya menjadi pria dan alat kelaminnya menjadi ganda.

Penjelasan Asri ini diamini oleh Reza. Reza mengaku kedua alat kelaminnya masih tetap berfungsi. "Kalau saya buang air kecil keluar melalui alat kelamin perempuan, tapi saya tidak pernah datang bulan. Tetapi, kalau saya ereksi tetap berdiri seperti laki laki," kata Reza.

Awalnya, Reza enggan diperiksa oleh pihak rumah sakit. Namun, setelah sejumlah awak media massa berdatangan, Reza akhirnya dijemput langsung oleh pegawai RS, dan selanjutnya diperiksa secara tertutup. Meski demikian, pihak RS tidak melakukan penanganan lebih lanjut terhadap Reza. Alasannya, Reza belum memiliki kartu Jamkesmas.

"Kami hanya bisa melakukan diagnosis awal yang hasilnya adalah pasien memiliki kelainan hermafrodit atau kelamin ganda. Untuk tindakan selanjutnya semacam operasi, kami belum bisa sebelum pasien ini memiliki kartu Jamkesmas," ujar dr Syahrir, Kepala Bidang Humas RSUD Tenriawaru Bone.

Gagal mendapat layanan pengobatan, Reza dan keluarga mengaku pasrah. "Ya, mau diapa? Karena tidak ada uang, walaupun kami memegang kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), tapi kami tidak punya Jamkesmas, mudah-mudahan pemerintah atau ada orang kaya yang mau menanggung biaya operasi keponakan saya," ujar Hamdan, Paman Reza.


Penulis: Abdul Haq Yahya Maulana
Editor : Glori K. Wadrianto