Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 13:05 WIB
Bayi dengan Kelainan Jantung
Masih Lemah, Febryana Belum Dioperasi
Achmad Faizal | Glori K. Wadrianto | Selasa, 28 Februari 2012 | 09:23 WIB
|
Share:

SURABAYA, KOMPAS.com - Febryana Omega Hayati, terbaring lemah di ruang ruang ICU lantai 2 Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr Soetomo. Tim dokter masih menunggu perkembangan kondisinya untuk memulai operasi. Hingga 16 hari perawatan, tim dokter masih berusaha meningkatkan kondisinya.

''Kami belum berani melakukan operasi jika kondisinya masih lemah,'' kata Ketua Divisi Neonatalogi RSUD dr Soetomo, dr Agus Harianto Sp.A(K) Senin (27/2/2012) kemarin.

Operasi yang akan dilakukan, kata Agus, akan dilakukan secara berkala pada sejumlah kelainan fisik yang diderita Febryana. Seperti diberitakan, selain organ jantungnya berada di luar rongga dada, Febryana juga mengalami empat kelainan bawaan, yakni jantung berada di sisi kanan, dan mengalami kebocoran, dinding dada tidak tertutup sempurna, dan terdapat lubang di sekat pemisah rongga dada dan rongga perut.

Bayi berusia 17 hari, putri kelima pasangan pasangan Ishak Manu (44) dan Nur Hayati (34) warga Ploso VI/29 Surabaya itu mengalami banyak kelainan sejak lahir. ''Kelainan paling tampak adalah jantung Febryana terletak di luar rongga dadanya, atau dalam bahasa medis lebih dikenal dengan pentalogy of cantrel,'' jelasnya.

Persentase kasus seperti Febryana 5,5 per satu juta. Pasien seperti Febryana adalah yang ketiga ditangani RSUD dr Soetomo, pasien pertama pada tahun 90-an dan meninggal dalam waktu yang singkat setelah kelahiran. Lalu, pasien kedua pada 2010 juga meninggal pada hari ke-5 perawatan.