Kamis, 24 April 2014

News / Regional

Jalur Lintas Tengah Sumatera Terputus

Senin, 27 Februari 2012 | 07:54 WIB

Baca juga

PENYABUNGAN, KOMPAS.com — Jalur lintas tengah Sumatera terputus di Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Minggu (26/2/2012) malam. Jembatan di Gunung Tua Lumban Pasir, Kecamatan Panyabungan, hanyut tersapu banjir karena meluapnya Sungai Aek Rantau Puran.

Putusnya jembatan sepanjang sekitar 100 meter dengan lebar 8 meter itu membuat akses transportasi dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat atau sebaliknya via jalur lintas tengah dan barat Sumatera putus.

Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas yang dalam perjalanan menuju Sumatera Barat tertahan dan terpaksa menginap di jalan. Alternatif jalur harus melalui lintas timur via Riau dengan jarak tambahan sekitar 400 kilometer.

Kondisi jembatan dengan rangka baja itu tampak miring ke sisi barat. Sebagian ujung aspal di sisi utara tampak menggantung tanpa penopang apa pun. Suara gemuruh air sungai menggerus dinding sungai dan mengancam keberadaan sejumlah rumah dan tiang listrik yang berdiri di pinggirannya. Rumah-rumah warga yang berada dalam radius terdekat dari jembatan tampak dikosongkan.

Kurnia Sani Rangkuti (18) yang tinggal sekitar 100 meter dari bibir jembatan mengatakan, jembatan putus setelah sebelumnya terdengar gemuruh. "Sebelumnya hujan deras turun mulai sekitar pukul 18.00 tanpa henti sebelum jembatannya putus sekitar pukul 20.00," katanya.

Abdurrahim (54), salah seorang warga lain, mengatakan, kejadian serupa terjadi pada 2004 lalu. "Tetapi lebih parah kejadian saat ini. Setelah kejadian 2004 lalu jembatan itu diperbaiki, tapi lalu putus lagi saat ini," ujarnya.

Ia mengatakan, akses lain melalui jembatan di Desa Manyabar sementara ini juga putus menyusul banjir sekitar empat meter yang merendam. "Biasanya memutar sejauh sekitar 4 kilometer dari Desa Gunung Tua, tapi sekarang juga tidak bisa dilewati. Untuk saat ini paling bisa ditembus lewat jalur timur," kata Abdurrahim.

Sejumlah kendaraan terjebak dan tertahan di sekitar SPBU sekitar 1 kilometer dari bibir jembatan. Polisi menyarankan agar pengendara memutar balik atau menunggu surutnya air di Desa Manyabar untuk melihat kemungkinan apakah jalur tersebut bisa dilewati atau tidak. (INK/RAY/ANG/AIK)


Penulis: Ahmad Arif
Editor : Marcus Suprihadi