Dukungan Petisi Penyelamatan Muaro Jambi Terus Mengalir - Kompas.com

Dukungan Petisi Penyelamatan Muaro Jambi Terus Mengalir

Irma Tambunan
Kompas.com - 26/02/2012, 17:04 WIB

JAMBI, KOMPAS.com - Dukungan petisi penyelamatan Situs Muaro Jambi melalui http://www.petition24.com terus mengalir. Hingga Minggu sekitar pukul 16.30, jumlah dukungan telah mencapai 2.420.

Dalam situs itu, para pendukung mendesak pemerintah untuk me ngukuhkan Percandian Muaro Jambi di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, sebagai Kawasan Cagar Budaya nasional yang dilindungi oleh Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010, serta mendesak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan percandian untuk berhenti.

Pemerintah juga didesak untuk m enetapkan kawasan budaya ini sama sebagai Kawasan Stratejik Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, dan m enerbitkan payung hukum bagi pelestarian kawasan percandian ini sebagai kawasan wisata sejarah terpadu, seperti yang telah dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 22 September 2011.

Selanjutnya, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat bersam a-sama melakukan langkah-langkah nyata menyelamatkan dan mengembangkan kawasan ini, termasuk meraih pengakuan situs ini sebagai Warisan Dunia dari Unesco.

Saat ini, limbah batu bara di area penimbunan kerap menggenangi Menapo (tumpukan bata berstruktur candi) China, sehingga tanah yang menyelimuti menapo becek dan hitam pekat.

Menapo yang terletak dalam zona inti situs ini dikelilingi aktivitas penimbunan batu bara oleh 4 perusahaan. Sedangkan Candi Teluk I dan Candi Teluk II, serta Candi China, juga terus ik oleh aktivitas batu bara dan pabrik pengolahan sawit.

Selanjutnya, Menapo Pelayangan I dan Menapo Pelayangan II dalam bekas industri pengolahan kayu, terancam rusak oleh masuknya perusahaan penimbunan batu bara yang lain.

Sebagaimana diketahui, kandung an logam batu bara jika terurai dengan air hujan, akan menghasilkan kadar asam yang tinggi, mempercepat pengeroposan bangunan tua ini. Debu batu bara yang berterbangan juga masuk ke pori-pori candi, memperlemah daya ikat bata kuno. 

PenulisIrma Tambunan
EditorRobert Adhi Ksp

Close Ads X