Kompas.com/Zulkifli BJ
Ilustrasi
PONOROGO, KOMPAS.com - Belasan seniman dari Kota Reyog, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (26/2/2012) pagi berunjukrasa dengan menggelar teatrikal. Mereka memprotes rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak karena dampaknya akan menambah penderitaan rakyat di tengah kehidupan mereka yang serba sulit saat ini.
Sejumlah seniman menari dan membakar kain yang sebelumnya dipakai untuk membelenggu tubuh mereka. Tindakan itu dilakukan sebagai ekspresi dari kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pernah memperhatikan penderitaan rakyat kecil dan hanya memikirkan kepentingan segelintir orang yang berkuasa.
Kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) hanya akan mencekik rakyat kecil. Dengan naiknya harga BBM, rakyat akan kehilangan pekerjaan dan usaha.
Sopir-sopir nganggur, pemilik angkutan gulung tikar, tukang ojek juga kehilangan pekerjaan. Belum lagi harga kebutuhan pokok akan naik berlipat, ujar Koordinator aksi Wisnu.
Seniman lain, Idong Fauzi menambahkan pihaknya berharap pemerintah mengkaji ulang rencana untuk menaikkan harga BBM. Memang ada kompensasi untuk rakyat miskin, akan tetapi hal itu tidak banyak menolong. Sebaliknya, pengalaman kenaikan harga BBM yang lalu, kompensasi justru melahirkan masalah baru yakni konflik sosial di masyarakat.
Kegiatan unjukrasa yang digelar di Jalan (Baru) Singodimejo yang berlokasi di dekat Stadion Batoro Katong, Ponorogo ini berlangsung secara damai. Aksi ini menarik warga lain yang tengah melintas. Mereka berhenti sejenak untuk menyaksikan.

