Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 12:58 WIB
Rumah Rata Tanah, Korban Puting Beliung Sidrap Berharap Bantuan
| Tri Wahono | Minggu, 26 Februari 2012 | 15:57 WIB
|
Share:
HUMAS BNPB Seorang warga di Desa Wettee, Kecamatan Panca Leutang menunjukkan rumah-rumah yang rata diterjang puting beliung, Jumat (24/2/2012).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Warga korban bencana puting beliung di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan berharap bantuan tidak hanya saat tanggap bencana, namun juga rehabilitasi rumah. Hal ini karena rumah yang mereka tempati rata tanah saat disapu angin puting beliung pada Jumat (24/2/2012) petang lalu.

"Alhamdulillah untuk bantuan makan an seperti mie instan, beras, telur dan air mineral terus berdatangan, namun untuk bantuan memperbaiki kembali rumah belum ada," kata warga Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap, Sulsel Muh Yaser di Makassar, Minggu (26/2/2012).

Pada Sabtu kemarin, Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu'mang telah melihat langsung kerusakan yang ditimbulkan dan menyalurkan bantuan dari Pemprov Sulses berupa satu ton beras, 100 dus mi instan, 100 dus kecap manis, 100 kaleng ikan kaleng, dan 100 dus air mineral.

Selain itu, juga diserahkan satu paket kompor serbaguna untuk dipergunakan di dapur umum. Sementara dari pihak Palang Merah Indonesia (PMI) menyerahkan sejumlah tenda untuk bernaung dan tiga unit tenda untuk dapur umum.

Puting beliung menerpa dua desa di Sidrap yakni Desa Wette'e, Kecamatan Panca Leutang dan Desa Elle Salemoe, Kecamatan Tellu Limpoe. Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga melakukan Shalat Maghrib pada Jumat. Tak kurang dari 63 unit rumah rusak. Sebanyak 47 unit di antaranya rata dengan tanah, 3 unit terbakar, dan 13 unit rusak sebagian.

Sementara itu korban tewas empat orang di antaranya Hj. Rosi (60), Janggo Sana (60), dan Lina (30) yang sedang hamil tujuh bulan. Korban yang mengalami patah kaki dan tangan adalah H. Nonci (60), I Nikmang (45), dan Sakka (48). Ketiganya baru ditemukan tim SAR dan personil TNI pada Sabtu pagi.

Khusus untuk rehabilitasi rumah warga yang terkena bencana, wagub pada saat mengunjungi korban telah berjanji akan memperjuangkan pengadaan rumah pengganti.
Karena itu, warga yang menjadi korban bencana angin kencang dengan kecepatan 40-50 kilometer per jam itu, dapat bersabar menunggu pengucuran anggaran rehabilitasi rumah.

Sumber :
ANT