KOMPAS.com/Junaedi
Sejumlah tempat mangkal yang kerap dijadikan para preman menggelar pesta sabu dan minuman keras yang meresahkan warga setempat, digeledah petugas buser polsek Wonomulyo Polewalimandar, Minggu (26/2/12) dinihari.
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Sejumlah tempat yang kerap dijadikan para preman untuk pesta sabu dan minuman keras di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, digerebek petugas polsek Wonomulyo Polewali Mandar, Minggu (26/2/12) dinihari tadi. Sejumlah preman bersenjata badik dan parang panjang digeledah petugas sebelum digiring ke kantor polisi karena kedapatan membawa senjata tajam itu.
Penggerebekan dan penggeledahan ini sempat diwarnai aksi tembakan dan kejar-kejaran saat petugas membubarkan kerumunan para preman di sejumlah lokasi di Polewali. Perkumpulan pemuda yang kerap memicu keributan dan perkelahian antargeng ini digerebek dan dibubarkan petugas karena mereka dinilai sering mengganggu ketertiban masyarakat, terutama di malam hari.
Saat pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah senjata tajam seperti badik dan parang panjang yang dibawa kelompok geng ini. Sejumlah geng pemuda yang tengah pesta miras saat digerebek petugas berlarian saat tahu petugas mendekati lokasi tempat mereka pesta miras.
Insiden tembakan peringatan sempat berlangsung lantaran sejumlah kelompok preman menolak membubarkan diri saat mereka digerebek. Mereka memilih tetap berkumpul di tempat mangkalnya tersebut.
Kanit Buser Polsek Wonomulyo Polewali Mandar, Iptu Amirles menyatakan, penggerebekan sejumlah tempat mangkal para preman di Polewali itu dilakukan setelah sejumlah warga mengeluhkan ulah para preman tersebut.
"Perkumpulan antargeng pemuda terutama di malam hari ini cukup meresahkan warga, selain karena mereka mengganggu ketenagan warga mereka juga kerap menggelar pesata miras dan obat terlarang," ujar Amirles.
Sayangnya upaya penggerebekan lokasi mangkal para preman di Polewali ini tak banyak pelaku yang berhasil digiring petugas ke kantor polisi karena ada yang melarikan diri saat penggerebekan.
Selain menangkap sejumlah pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah senjata tajam seperti badik dan parang yang kerap digunakan mengancam atau memalak warga yang lewat di jalan. Sejumlah pelaku yang diinterogasi petugas karena membawa senjata tajam itu membantah bukan untuk digunakan memalak atau mengancam, tetapi hanya untuk berjaga-jaga dan membela diri.

