BANDA ACEH, KOMPAS.com - Seorang warga Desa Blang Malo Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie bernama Tgk Idris (55), dilaporkan hilang, diduga terseret banjir bandang yang melanda wilayah itu, Sabtu (25/2/2012) ini sekitar pukul 18.30.
Banjir juga menyebabkan 2 warga Desa Ulee Gunong mengalami luka berat, akibat longsoran tanah yang mengiringi banjir bandang tersebut. Mereka adalah Asih (40) dan Siti Aisyah (6).
Tim SAR Pidie saat ini masih mencari korban yang hilang tersebut. Dua korban luka berat kini sedang dirawat di puskesmas terdekat.
Informasi terakhir yang diperoleh Kompas, menyebutkan, banjir tersebut juga menghanyutkan 4 unit rumah, satu rumah rusak, serta memaksa 5 keluarga atau sekitar 15 jiwa di desa itu mengungsi.
"Data-data tersebut masih berupa data awal, karena masih ada desa lainnya yang belum terdata sampai dengan malam ini," kata Sekertaris Daerah Kabupaten Pidie, Irawan, ketika dihubungi malam ini.
Lokasi pengungsian di Mesjid Baitul Ridwan Desa Blang Malo. Banjir juga menyebabkan jembatan penghubung jalan nasional antara Beureuneun-Tangse putus.
Selain putus, beberapa titik di jalur tersebut juga tertutup oleh material longsoran yang dibawa oleh banjir dari lereng gunung seperti kayu, lumpur, dan batu. Jalur tersebut saat ini tak bisa dilalui.
Selain Desa Blang Malo, desa lain yang mengalami banjir bandang dan longsor adalah Desa Kebun Nilam, Ulee Gunong, Pulo Kawa, dan Pulo Seunong.

