PAMEKASAN, KOMAPAS.com - Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Blingi I dan Dusun Blingi II, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jawa Timur, harus mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat karena rumah mereka rusak akibat angin puting beliung yang memporakporandakan desa tersebut, Jum'at (24/02/2012) kemarin. Jaringan listrik PLN juga putus karena bencana itu.
"Kemarin setelah kejadian sudah langsung kami laporkan kepada PLN, namun sampai sekarang belum ada petugas yang datang ke lokasi," kata Zaini, Sekretaris Desa Plakpak, Sabtu (25/02/2012).
Pantauan Kompas.com di Dusun Blingi II, kabel jaringan tegangan menengah (JTM) masih dibiarkan melililit di tanah dan tanpa ada aliran listrik yang hidup. Tidak hanya kabel JTM, tapi jaringan kabel yang menyambungkan ke rumah-rumah korban puting beliung juga belum tampak ada pembenahan. "Warga takut untuk memperbaiki sendiri karena itu sudah berkaitan dengan tugas PLN, sehingga dibiarkan begitu saja," tambah Zaini.
Dikonfirmasi, Grahito, Kepala Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Pamekasan mengaku belum mendapat laporan dari aparat Desa Plakpak. "Kami belum mendapat laporan baik berupa telpon ataupun melalui surat resmi. Jadi petugas tidak ada yang turun ke lapangan untuk memperbaiki," kata Grahito melalui sambungan ponselnya.
Bahkan, lanjut Grahito, PLN tidak akan menghidupkan aliran listrik ke rumah 20 KK tersebut, jika di antara mereka ada yang terbukti menunggak pembayaran rekening. "Nanti kita cek dulu apakah 20 KK tersebut menunggak pembayaran atau tidak. Jika tidak akan kita aliri lagi," tambah Grahito.
Sementara, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah sampai ke 52 korban. Bantuan disampaikan langsung Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. Bantuan tersebut, kata Kholilurrahman, belum bisa memenuhi segala kebutuhan masyarakat dari jumlah kerusakan yang dialami. "Kami hanya membantu meringankan beban saja. Kalau semua menjadi tanggungan pemerintah, kami tidak mampu," ungkap Kholilurrahman.
Seperti diberitakan, kejadian angin puting beliung di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, terjadi Jumat (24/2/2012) kemarin. Dalam kejadian ini 52 rumah rusak. Dari jumlah itu, sebanyak 12 rumah rusak parah, 15 rusak sedang dan 25 rusak ringan. Selain itu, dua korban patah tulang masing-masing Yustin (19) dan Tasya (3). Keduanya masih satu sudara dan kini sedang dirawat di rumahnya, setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas setempat.

