Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 12:42 WIB
Konflik di Mesuji
Anarkisme Warga Diduga Karena Kasus Lama
Yulvianus Harjono | Agus Mulyadi | Sabtu, 25 Februari 2012 | 17:34 WIB
|
Share:

KOMPAS/YULVIANUS HARJONO
Ilustrasi: Sejumlah warga pendatang dari luar Mesuji tinggal di tenda-tenda darurat di hutan Register 45, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

TERKAIT:

MESUJI, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah Lampung, Brigadir Jenderal Jodie Rooseto, menduga, pembakaran sejumlah fasilitas PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) yang diduga dilakukan warga Tanjung Raya, Mesuji, masih dipicu persoalan lama, yaitu konflik lahan sawit.

"Akar masalahnya memang belum selesai, tetapi sedang diupayakan diselesaikan BPN dan Pemkab Mesuji. Mungkin ada sebagian warga yang tidak sabar lalu melakukan itu," ujar Jodie, Sabtu (25/2/2012) sore, di Bandar Lampung.

Ia menambahkan, selaku aparat yang bertanggung jawab terhadap keamanan, pihaknya sangat berharap akar persoalan itu segera diselesaikan.

"Kan tidak bisa setiap saat kami berjaga di sana. Apalagi, lokasinya tidak mudah dijangkau," tuturnya.

Dari hasil penelusuran sementara, pelaku anarkisme ini adalah warga Sri Tanjung dan Kagungan Dalam di Kecamatan Tanjung Raya.

Seperti diketahui, kedua kampung ini terlibat konflik lahan sawit dengan PT BSMI dan Lampung Inter Pertiwi (LIP). Warga mempersoalkan proses ganti rugi dan realisasi perkebunan inti rakyat lahans awit seluas total 16.628 hektar. Sejak 1994, konflik lahan ini belum juga selesai diatasi.