Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 12:42 WIB
Elpiji "Masuk Angin" Beredar
Moh. Anas | Heru Margianto | Sabtu, 25 Februari 2012 | 17:24 WIB
|
Share:
K19/11 Moh. Anas Sejumlah Elpiji ukuran 12 Kg dengan kondisi masuk angin alias susut sebelum terpakai di Kawasan Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (24/2/2012).

PASURUAN, KOMPAS.com - Tabung elpiji "masuk angin" berukuran 12 kg beredar di Pasuruan, Jawa Timur. Isinya tidak sampai 12 kg. Tabung gas yang biasanya bisa digunakan selama tiga minggu itu isinya habis dalam empat hari, bahkan ada yang nyaris tidak ada isinya.

Kristin (40), penjual elpiji di kawasan Jalan Diponegoro, mengaku mendapat komplain dari pelanggannya karena dituding menjual elpiji 12 Kg dengan kondisi "masuk angin". Isi gas dalam tabung sudah susut hingga hampir tidak tersisa. "Padahal semua elpiji yang saya jual dalam kondisi tersegel," kata Kristin, Jum'at (24/02/2012).

Karena komplain itu, ia menunda kiriman dari Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Rejoso, Pasuruan.  "Selain menjaga pelanggan, kalau ada yang komplain saya terpaksa harus mengganti dengan harga separuhnya. saya kan rugi," tambahnya.

Lily Hartatik (67), warga Jl. Dr. Wahidin, Kecamatan Bugul Kidul, harus menanggung rugi setelah membeli elpiji 12 Kg yang habis dalam waktu empat hari saja. "Padahal kalau elpiji yang biasa saya beli itu bisa terpakai dalam jangka waktu tiga minggu. Lha, kalau yang ini (elpiji 12 Kg) tidak," terangnya.

Sebelumnya, Lily juga mendapatkan isi tabung gas yang dibelinya  susut 1,5 kg. Hal itu diketahuinya dengan menimbang tabung yang masih tersegel. Sebagaimana tertulis pada tabung berlogo Pertamina, berat tabung 15 Kg, sedangkan isi gas elpiji 12 Kg.

"Jika ditotal 27 Kilogram, tapi tabung ini hanya memiliki berat total 25,5 Kilogram. Ini khan merugikan konsumen," jelasnya.

Baik penjual maupun konsumen di tingkat rumah tangga berharap segera ada operasi di tingkat depo atau pada SPPBE. "Paling tidak segera ada inspeksi atau kontrol di stasiun pengisian. Agar kita tidak dirugikan," harap Lily.