BULUKUMBA, KOMPAS.com - Rumah mantan bupati Bulukumba, Andi Syukri Andi Sappewali disatroni pencuri, Sabtu (25/2/2012) dini hari. Para pencuri menggondol sejumlah barang berharga dari rumah itu. Kejadian ini merupakan kasus pencurian kesekian kali dalam tiga pekan terakhir di Bulukumba.
Aparat kepolisian dari Polres Bulukumba, Sulawesi Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Andi Syukri Andi Sappewali, di Ponre, Kelurahan Mattekko, Kecamatan Gantarang, Sabtu (25/2/2012) siang. Polisi menduga pelaku terdiri dari setidaknya lima orang.
Pada olah TKP tersebut, petugas mendapat kesulitan untuk mengidentifikasi sidik jari pelaku karena sebagian besar barang yang diduga dipegang pelaku sudah dalam keadaan rusak atau telah dipegang pemilik rumah. Polisi hanya berhasil menemukan jejak sidik jari yang diduga milik pelaku pada wadah perhiasan di salah satu kamar.
Ternyata bukan hanya Andi Syukri saja yang menjadi korban pencurian. Rumah milik Sunarti, yang bersebelahan dengan rumah Andi Syukri, juga dibobol maling. Diduga kuat, pelakunya sama. Dari rumah Sunarti tersebut, pelaku mencuri sejumlah barang berharga, di antaranya perhiasan emas, uang, dan ponsel.
Sunarti menduga para pencuri memasuki rumah tetangganya itu, setelah itu dia masuk rumahnya. "Mungkin kejadiannya sekitar pukul 03.00 pagi, terungkapnya kasus itu setelah warga berteriak ada maling. Saat saya buka pintu rumah pelaku sudah melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor," ungkapnya.
Data di Mapolres Bulukumba menyebutkan, selama tiga minggu terakhir polisi sudah mencatat 11 laporan kasus pembobolan rumah baik di siang hari maupun malam hari. Sidik jari yang ditemukan di 11 TKP itu pada umumnya sidik jari anak-anak. Diduga pelaku menggunakan anak-anak untuk membuka pintu atau jendela yang berukuran kecil.
