Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 11:47 WIB
87 Napi Kerobokan Dikirim ke Lapas Jatim
Achmad Faizal | I Made Asdhiana | Jumat, 24 Februari 2012 | 22:15 WIB
|
Share:
KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO Salah satu napi asing (tengah, bertopi dan berkaca mata) sedang dievakuasi dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (23/2/2012). Mereka diamankan ke Lembaga Pemasyarakatan lain supaya keselamatan mereka terjaga pasca kerusuhan LP Kerobokan. Evakuasi ini diprioritaskan kepada napi asing, napi perempuan, dan napi anak.

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 87 narapidana (napi) asal Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali dipindahkan ke sejumlah lapas di Jawa Timur seperti Lapas Malang, Banyuwangi, dan Jember. Mereka diperkirakan datang pada Sabtu (25/2/2012) pagi besok.

Kepala Kanwil Kemenkum dan HAM Jawa Timur, Mashudi, dikonfirmasi Jumat (24/2/2012) mengaku sudah memberangkatkan 15 petugasnya untuk mengawal pemindahan mereka ke lapas Jawa Timur. ''Untuk pengamanannya dilakukan secara estafet antar-polres dari Bali hingga memasuki Jawa Timur,'' jelasnya.

Sebanyak 11 orang dari 87 napi tersebut adalah perempuan. Mereka langsung dibawa ke lapas khusus perempuan di Malang. Para napi juga diperkenankan mengajukan permohonan lokasi lapas jika ingin mendekati tempat tinggal mereka. ''Silahkan para napi mengajukan, nanti kami akan pertimbangkan,'' kata Mashudi.

Para napi tersebut akan diperlakukan sama layaknya napi yang melalui proses pindah. Mereka diantaranya akan melalui proses registrasi, dan masa orientasi selama satu bulan di lapas baru. Mashudi berharap mereka segera menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun kegiatan di tempat barunya.

Mashudi memastikan, bahwa para napi tersebut berstatus narapidana murni, bukan tahanan, sehingga akan memudahkan petugas dalam proses registrasi. Seperti diberitakan, hari ini sekitar 200 napi asal Lapas Kerobokan Denpasar, Bali dievakuasi ke sejumlah lapas di Bali maupun Jawa Timur. Pemindahan ini menyusul kerusuhan yang terjadi pada Selasa (21/2/2012) lalu yang merusak sarana lapas sehingga tidak memungkinkan untuk ditempati.