TAUFIQURRAHMAN
Ratusan tokoh dan masyarakat Madura, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa di Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura, Jumat (24/2/2012).
BANGKALAN, KOMPAS.com - Ratusan orang yang mengatasnamakan Forum Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat Madura (FORMAT), berunjuk rasa di kaki jembatan Suramadu sisi Madura, Jumat (24/2/2012). Mereka mengancam akan membentuk dewan adat Madura, apabila terjadi finalisasi rencana induk percepatan pembangunan wilayah Suramadu.
Maszahri, koordinator aksi mengatakan, apabila hari ini terjadi finalisasi rencana induk percepatan pembangunan wilayah Suramadu, maka tokoh Madura akan membentuk dewat adat. "Dewan adat itu akan menghadang habis-habisan dengan memerahkan jembatan Suramadu dengan darah orang Madura," teriak Maszahri dalam orasinya.
Dijelaskan Maszahri, kehadiran Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) tidak paham nilai-nilai serta kultur masyarakat Madura. Sehingga diprediksi pembangunan di Madura tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat Madura. "BPWS itu merupakan lembaga pusat yang dalam struktur kepengurusannya tidak melibatkan tokoh Madura. Semestinya kalau mau membangun Madura harus mengerti budaya setempat dulu," terangnya.
Saat ini, tambah Maszahri, BPWS belum ada komitmen dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat di Madura soal rencana induk pembangunan di Madura. Bahkan jika rencana induk pengembangan Suramadu itu dipaksakan, Dewan Adat Madura akan memproses Madura untuk menjadi provinsi sendiri.
"Kita tidak tanggung-tanggung untuk memperjuangkan Madura. Madura siap untuk menjadi provinsi sendiri jika pemerintah pusat memaksakan rencana induk pembangunan Madura di bawah BPWS," tegas Maszahri.
Aksi unjuk rasa ini diwarnai dengan blokade jalan akses sisi Madura menuju Surabaya. Sehingga semua kendaraan yang hendak menuju Surabaya dialihkan ke jalan akses dari Surabaya menuju Madura, dengan dibagi dua jalur. Kurang lebih 100 anggota Polres Bangkalan mengamankan jalannya unjuk rasa ini.
Aksi ini ditutup dengan penggalangan tanda tangan tokoh masyarakat dan massa yang yang hadir dalam unjuk rasa tersebut di atas kain putih sepanjang 30 meter. Hasil penggalangan tanda tangan tersebut, akan dikirim ke Gubernur Jawa Timur sebagai bentuk penolakan mereka terhadap BPWS.

