Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 11:42 WIB
30 Ekor Ayam Mati Mendadak, Warga Resah
Ahmad Faisol | I Made Asdhiana | Jumat, 24 Februari 2012 | 20:45 WIB
|
Share:
AHMAD FAISOL Warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (24/2/2012), mendapat penyuluhan dari pihak Dinas Peternakan. Warga resah setelah 30 ekor ayam mati mendadak dalam seminggu terakhir.

SITUBONDO, KOMPAS.com - Matinya 30 ekor ayam warga secara mendadak dalam seminggu terakhir, membuat sejumlah warga Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, resah. Berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) yang dilakukan Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo, kematian unggas itu disebabkan virus Avian Influenza (AI) atau flu burung.

Guna mengantisipasi penyebaran virus flu burung, Tim Partisipatory Disease Surveilance and Response (PDSR) hingga kini terus melakukan pengendalian virus AI di sekitar lokasi. Selain itu, tim juga memperketat lalu lintas unggas ke Situbondo, serta melakukan pengawasan terhadap manusia.

"Pengendalian penyebaran virus AI. Itu dilakukan sampai status desa jadi terkendali. Kami juga sudah berkoordinasi dengan LDCC (Local Deases Control Center), Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan," kata Ketua Tim PDSR Kabupaten Situbondo, drh Gaguk Musdijianto, Jumat (24/2/2012).

Puluhan ekor ayam milik warga di Desa Trigonco yang mati awalnya sebanyak 5 ekor ayam milik Poniman (45). Berselang dua hari kematian unggas di sekitar rumah Poniman terus berlanjut hingga mencapai 25 ekor. Karenanya, warga pun melapor ke Dinas Peternakan.

"Begitu menerima laporan warga, kami langsung mengambil tindakan. Termasuk melakukan tes cepat terhadap beberapa bangkai ayam. Sedangkan hasil tes cepat puluhan ayam yang mati mendadak itu dinyatakan positif flu burung," imbuh Gaguk.

Tim PDSR juga melakukan penyemprotan desinfektan terhadap peternakan ayam di sekitar lokasi kematian unggas dan memberikan penyuluhan. Gaguk meminta warga tidak membuang sembarangan bangkai ayam yang mati mendadak tersebut. Bangkai ayam itu semuanya harus dibakar dan dikubur. Sementara, ayam-ayam yang tersisa dikarantina dan tidak dikeluarkan dari kandang. "Munculnya virus flu burung ini di Situbondo sudah kami laporkan ke LDCC di Malang. Kami terus berusaha agar bisa segera diatasi," pungkas Gaguk.