Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 11:41 WIB
Gunung Monta Terban 10 Meter
Khaerul Anwar | Nasru Alam Aziz | Jumat, 24 Februari 2012 | 20:23 WIB
|
Share:

MATARAM, KOMPAS.com -- Gunung Monta di Dusun Saleko, Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, terban sedalam 8 meter hingga 10 meter dari ketinggian awalnya yang ditaksir 200 meter. Pemicu terbannya tanah gunung itu diduga aktivitas penggalian tanah urug tanpa izin.

"Berdasar telaah teknis dari Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi), Bupati Bima Ferry Zulkarnain memerintahkan seluruh kepala dan camat untuk menertibkan penggalian tanpa izin di Kabupaten Bima," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, Eko Bambang Sutejo, Jumat (24/2/2012) di Mataram.

Turunnya permukaan tanah gunung itu berjalan secara alamiah, mengingat ada rekahan-rekahan geologi di seputar gunung itu. Pemicunya, bukan tingginya curah hujan, melainkan diduga akibat penggalian tanah urug di lereng gunung itu. Panjang penggalian saat kejadian mencapai 80 meter.

Kepala Desa Parangina M Amin menyebutkan, peristiwa itu terjadi Minggu (12/2/2012) sekitar pukul 02.00 di Dusun Saleko. Beberapa warga yang bermukim di kaki gunung itu mendengar suara gemuruh. Mereka keluar rumah, dan lewat sorotan lampu senter terlihat ada longsoran tanah dan bebatuan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa geologi itu, namun 12 keluarga (51 jiwa) mengungsi selama 12 hari di sebuah lapangan desa itu dan tinggal di bawah tenda darurat, karena khawatir akan terjadi longsoran tanah dari lereng gunung itu. "Karena sudah dianggap aman, Jumat sore penduduk sudah kembali mendiami rumah masing-masing," kata Amin.