Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 11:40 WIB
DPRD Merauke: Harga Beras Harus Distabilkan
Erwin Edhi Prasetyo | Nasru Alam Aziz | Jumat, 24 Februari 2012 | 19:40 WIB
|
Share:
KOMPAS/YULVIANUS HARJONO Ilustrasi

MERAUKE, KOMPAS.com -- DPRD Merauke meminta Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Bulog Sub Divre Merauke segera bergerak cepat untuk menstabilkan harga beras. Pasalnya, harga beras di Merauke terus melonjak tinggi dalam dua bulan terakhir, sehingga semakin memberatkan masyarakat.

"Kami minta segera berkoordinasi untuk pengendalian harga beras. Harga beras sekarang ini sudah terlalu tinggi sehingga sangat memberatkan masyarakat," ungkap Ketua Komisi B DPRD Merauke, Lucky Patrauw, dalam rapat kerja dengan Pemkab Merauke dan Bulog Sub Divre Merauke, Jumat (24/2/2012) di Merauke, Papua.

Harga beras dalam sepekan terakhir sudah naik Rp 2.000 per kg, dari Rp 10.000 per kg menjadi Rp 12.000 per kg untuk beras Membramo. "Dikhawatirkan tingginya harga beras ini membuat masyarakat ekonomi lemah semakin tidak mampu membeli beras yang pada akhirnya akan dapat memunculkan keresahan sosial. Urusan perut ini bisa membuat orang tidak berpikir sehat," katanya.