Sabtu, 26 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 26 Mei 2012 | 11:39 WIB
Nelayan Indonesia Dipulangkan
Brigita Maria Lukita | Agus Mulyadi | Jumat, 24 Februari 2012 | 19:23 WIB
|
Share:

Sri Rahayu (K23-11)
Peta jalur enam nelayan asal Sinjai yang ditangkap oleh tentara Timor Leste saat berada di perairan Timor Lorosa'e yang pernah menjadi bagian negara Indonesia.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam nelayan asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, yang ditangkap aparat Angkatan Laut Timor Leste sejak Desember 2011 dipulangkan ke Tanah Air, Jumat (24/2/2012).

Enam nelayan tersebut antara lain Kaharudin (28 tahun) sebagai nahkoda kapal, beserta nak buah kapal, yakni Ambotan (46), Seita (57), Bahtiar (35), dan Ramsa (27) asal Kecamatan Pulau Sembilan, Sinjai. Selain itu, Lagi (27) dari Alor.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Syahrin Abdurrahman, saat dihubungi dari Jakarta, mengemukakan, keenam nelayan itu ditangkap karena memasuki wilayah perairan Timor Leste dan dituduh mencuri ikan. Namun, mereka terbukti tidak bersalah, karena kapal terbawa arus akibat cuaca buruk perairan dan hujan deras.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja, mengemukakan, mayoritas nelayan Indonesia merupakan nelayan pesisir yang melaut harian (one day fishing). Mereka melaut tanpa dibekali peralatan tangkap, navigasi, dan kapal yang memadai.

Untuk menjadi nelayan di laut lepas butuh keterampilan mengoperasikan kapal besar, dan ketahanan mental melaut berbulan-bulan. Penguatan nelayan harus disesuaikan dengan kultur melaut. "Nelayan yang tidak memiliki kultur melaut hingga ke laut lepas perlu diarahkan untuk mencari mata pencarian alternatif," ujarnya.