KOMPAS.com/Achmad Faizal
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jawa Timur, Mashudi
SURABAYA, KOMPAS.com - Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur tahun ini akan membersihkan tenaga tamping atau narapidana yang dikaryakan untuk membantu petugas di 36 lembaga pemasyarakatan (Lapas) seluruh Jawa Timur. Pembersihan itu sebagai upaya peningkatan keamanan seluruh lapas di Jawa Timur.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Mashudi, mengatakan, selama ini praktik mengkaryakan narapidana yang dianggap berkelakuan baik dan dapat dipercaya memang biasa dijumpai di rutan untuk membantu petugas yang jumlahnya diakui memang kurang. ''Jumlah petugas rata-rata hanya masih terpenuhi 50 persen dari jumlah ideal,'' ungkapnya, Jumat (24/2/2012).
Namun Mashudi khawatir, meski dianggap membantu, keberadaan mereka masih memiliki potensi negatif. Apalagi mereka juga membantu di pekerjaan vital seperti mengunci pintu blok, administrasi, memeriksa pengunjung lapas. Untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan, tahun ini pihaknya akan membersihkan seluruh tenaga tamping.
''Semua potensi petugas lapas harus dimaksimalkan. Semua pekerjaan vital harus ditangani petugas lapas,'' katanya. Dia tidak ingin, kerusuhan seperti di Lapas Kerobokan Denpasar terjadi di Jawa Timur.
Mashudi mengakui lapas di Jawa Timur termasuk dalam kategori overload atau melebihi kapasitas. Namun keadaan itu belum tentu memiliki potensi kerusuhan.
Pihaknya selalu mengedepankan komunikasi intensif atas semua permasalahan antar narapidana atau antara narapidana dan petugas. ''Kami intruksikan kepada semua kepala rutan untuk segera menyelesaikan konflik sekecil apapun di rutan dengan komunikasi yang baik,'' tambahnya.

