MERAUKE.com- Para petani di Merauke yang sawahnya terserang penyakit blas mengaku khawatir padinya akan puso. Penyakit blas yang disebabkan cendawan patogen itu menyerang sebagian tanaman padi di sentra pertanian padi di Distrik Tanah Miring dan Semangga, Merauke, Provinsi Papua.
Acok (32), petani warga Tanah Miring, menuturkan, serangan penyakit itu relatif cepat. Sebagian padinya yang berumur dua bulan sejak dua minggu terakhir terkena serangan yang membuat daun padi coklat mengering. Dari satu hektar tanaman padi, penyakit itu telah menyerang sekitar seperempat hektar di antaranya. Ia mengaku khawatir padi bakal puso. "Lama-lama semakin meluas," ujarnya di Merauke.
Ia mengaku tidak tahu pasti jenis hama yang menyerang padinya. Karenanya, juga tidak tahu bagaiamana cara mengatasinya sehingga membiarkannya saja. "Ada sawah yang lain juga sudah terserang namun tidak semuanya," katanya.
Sebagian padi sawah di Semangga juga menunjukkan gejala serangan penyakit blas. Harun (35), petani warga kampung Semangga Jaya, Distrik Semangga mengaku, tanaman padinya di lahan seluas dua hektar juga mengalami gejala serupa yaitu muncul bercak-bercak coklat pada daun.
Edi menuturkan, Dinas TPH Merauke telah menyiapkan upaya untuk mengendalikan penyakit blas agar tidak meluas. Penyakit itu muncul dan cepat menyebar bila tingkat kelembaban udara tinggi. Bila serangan penyakit blas meluas akan dilakukan pengendalian massal.
Dinas TPH telah membentuk brigade proteksi untuk mengendalikan hama penyakit. "Bila dibiarkan, spora jamur akan terbawa angin sehingga penyakit ini bisa menyebar," katanya.

