KOMPAS.com/Taufiqurrahman
Hasil Riset Fulkanologi Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api, Pusat Fulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung menyatakan kandungan Mitan sumur gas milik Busiri mudah terbakar dan kandungan oksigennya bisa membahayakan bagi kesehatan.
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Semburan gas di Dusun Batulengkong, Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur, terus menjadi sorotan publik. Badan Riset Vulkanologi Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung, langsung melakukan pengamatan di titik sumber semburan gas milik Busiri tersebut.
Dengan menggunakan alat ukur khusus, kandungan yang ada pada semburan gas tersebut dapat dideteksi. Ugan Sin, dari Riset Vulkanologi bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mengatakan, kandungan mitan pada semburan gas tersebut melebihi 100 persen dan kandungan oksigennya 1,3 persen. Itu artinya, membahayakan bagi masyarakat terutama jika ada percikan api di jarak dua meter dari semburan gas.
"Jangan sampai ada percikan api dari jarak dua meter, karena kandungan mitannya tinggi dan langsung bisa terbakar," kata Ugan Sin, Jum'at (24/02/2012).
Di samping itu, kandungan oksigennya juga membahayakan kesehatan. "Kalau dihirup langsung dari jarak dua meter, maka bisa menyebabkan sesak nafas dan bisa pusing. Sebaiknya garis polisi ini jangan dibuang dulu sampai benar-benar semburan gas ini menurun drastis," tambahnya.
Sampai hari ini, semburan gas yang meletus pada Senin (13/02/2012) lalu, sudah mulai mengecil. Namun kali ini semburannya bercampur air dan lumpur. "Semburan ini kita prediksi cukup kecil karena tekanannya barang mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan awal semburan. Makanya tidak perlu ditutup dan cukup dipasang pipa paralon yang tinggi, sampai semburannya betul-betul habis," terang Ugan Sin.
Sementara, berdasarkan hasil uji laboratorium dari Kementerian ESDM yang beberapa hari sebelumnya sudah membawa sampel lumpur, dinyatakan tidak membahayakan. "Saya lega dan sedikit tidak panik lagi setelah dapat kabar kalau lumpurnya tidak membahayakan seperti di Porong Sidoarjo," ujar Busiri, pemilik sumur gas.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat meninjau lokasi mengaku turut lega saat beberapa peniliti yang didatangkan menyatakan semburan gas dan lumpur itu tidak membahayakan. Meskipun demikian, warga tetap diminta waspada. "Warga jangan melakukan tindakan yang di luar pengetahuannya, misalnya mengalirkan gasnya ke rumah-rumah sebelum mempertimbangkan dampak negatifnya," katanya.

