Polisi Masih Kejar Pelaku dan Mobil Korban - Kompas.com

Polisi Masih Kejar Pelaku dan Mobil Korban

Kompas.com - 24/02/2012, 03:44 WIB

Denpasar, Kompas - Jajaran Kepolisian Daerah Bali masih mengejar tersangka pelaku pembunuh satu keluarga Made Purnabawa. Polisi juga terus melacak mobil Kijang Innova dan sebuah sepeda motor milik korban.

Kendaraan itu dibawa serta pelaku setelah membunuh Purnabawa beserta istrinya, Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (27), dan putrinya, Ni Wayan Krisna Ayu Dewi (9), pada 14 Februari lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Subbagian Humas Kepolisian Resor Kota Denpasar Ajun Komisaris Ida Bagus Sarjana, Kamis (23/2).

Sementara itu, keluarga AK (32), warga Dusun Talang, Desa Bayeman, Kabupaten Probolinggo, salah seorang terduga terkait pembunuhan keluarga Purnabawa, meminta maaf jika memang AK bersalah. AK, SA, dan H disebut-sebut sebagai warga Probolinggo yang terlibat dalam pembunuhan keluarga Purnabawa.

”Kami minta maaf kalau memang dia bersalah. Dia tulang punggung keluarga kami,” tutur Mariyam, mertua AK, saat ditemui di rumahnya, di Dusun Talang.

AK memiliki dua anak, yaitu Lukman dan Dyah, yang saat ini tinggal bersama neneknya itu. Istri AK, Aminah, diketahui menghilang setelah AK ditangkap.

Mariyam tidak paham mengenai kasus yang membelit menantunya itu. Saat mengetahui menantunya ditangkap, Mariyam kaget. Ia baru tahu bahwa AK kemungkinan salah seorang terduga terkait pembunuhan Purnabawa ketika diberi tahu oleh kepala dusun. Rumah AK berada di sebelah rumah Mariyam.

AK di kampungnya dikenal sebagai pria yang bekerja sebagai nelayan. ”Ia dikenal bekerja di kapal. Sosoknya biasanya baik dan tidak ada masalah dengan warga sini,” kata Ibu Cipto.

Kepala Kepolisian Resor Kota Probolinggo Ajun Komisaris Besar Tulus Iklas Pamuji mengatakan, AK merupakan salah satu dari dua orang yang dititipkan polisi Bali kepadanya.

Sementara itu, pihak Desa Adat Peminge, Kabupaten Badung, dan keluarga korban pembunuhan tersebut merencanakan menggelar upacara ngaben di Setra Desa Adat Peminge, Selasa pekan depan. Pihak desa adat kemudian melanjutkan dengan upacara pecaruan (upacara membersihkan dari kejahatan).

”Kami prihatin dan kehilangan keluarga Purnabawa. Mereka baik terhadap warga. Karena itu, kami upayakan segera upacara ngaben serta pecaruan-nya agar menjadi baik bagi pihak keluarga dan warga,” kata Kelian Suka Duka Banjar Peminge Desa Adat Peminge Made Sana. (AYS/DIA)


Editor

Terkini Lainnya

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Polisi Belum Menyerah Tangani Kasus Novel Baswedan

Nasional
Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah Sebut Nazaruddin Lagi Marah dan Depresi

Nasional
Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Polisi: Pastikan Dulu Kepulangan Rizieq, Baru Rencanakan Penjemputan

Megapolitan
Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Belum Terima Surat Penarikan Produk Albothyl, Tenaga Farmasi Kebingungan

Megapolitan
Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Wiranto: Akan Selalu Ada Migran Selama Masalah Keamanan di Asia dan Timur Tengah Berkecamuk

Nasional
Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Pengusaha Angkot Mau Lanjutkan Program OK Otrip tetapi Ada Syarat

Megapolitan
Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Polisi Tembak Mati HR, Spesialis Begal dengan Senjata Api di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria Jepang Berjuluk 'Pabrik Bayi' Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Pria Jepang Berjuluk "Pabrik Bayi" Menangkan Hak Asuh 13 Anak

Internasional
Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Wiranto Sebut Empat Hal Ini Jadi Ancaman Pilkada Serentak 2018

Nasional
Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Ketua DPR: Silakan Persatuan Wartawan Indonesia Gugat UU MD3 ke MK

Nasional
Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Dana Desa Paling Banyak Dikorupsi, Polisi Minta Masyarakat Aktif Awasi

Nasional
Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Dirjen Bina Marga: Kemarin Kami Tegur Keras, Sekarang Evaluasi Waskita

Megapolitan
Sopir Angkot OK Otrip yang Bau 'Ketek' dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Sopir Angkot OK Otrip yang Bau "Ketek" dan Gondrong Akan Diberi Sanksi

Megapolitan
Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Parpol Dilarang Kampanye Pemilu Sebelum 23 September Mendatang

Nasional
Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Borong Pangan Murah, Warga Bawa Karung hingga Diantar Becak

Megapolitan

Close Ads X