KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Menyortir Tabung Gas Elpiji
MAKASSAR, KOMPAS.com — Meskipun pasokan elpiji kemasan 3 kilogram berangsur pulih, harga eceran di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan masih mencapai Rp 18.000 per tabung, Kamis (23/2/2012). PT Pertamina Region VII mensinyalir adanya agen atau pangkalan yang sengaja menimbun dan menjual elpiji kemasan 3 kg di atas harga normal.
Operasi pasar yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel dan Pertamina sejak Selasa (21/2/2012) belum efektif menurunkan harga eceran elpiji 3 kg. Kendati kelangkaan perlahan-lahan bisa diatasi, harga eceran elpiji 3 kg di sejumlah daerah, seperti Makassar, Parepare, Sidrap, Pinrang, dan Palopo, masih mencapai Rp 18.000 per tabung.
Fitriani (35), warga Perumnas Antang, Kota Makassar, mengaku kecewa dengan tingginya harga eceran elpiji kemasan 3 kg. Ia menuntut pemerintah dan PT Pertamina lebih gencar melakukan operasi pasar untuk menekan harga jual elpiji 3 kg. Harga jual eceran elpiji 3 kg normalnya Rp 13.500 karena Pertamina menetapkan harga di pangkalan elpiji Rp 12.750 per tabung.
Tingginya harga membuat Daeng Nako (41), warga Sudiang, memilih membeli elpiji 3 kg di Kabupaten Maros yang bertetangga dengan Makassar. Di Maros, ia mendapat elpiji 3 kg seharga Rp 14.000 per tabung.
Sales Representative LPG PT Pertamina Region VII Taufikurachman mengemukakan, tim investigasi mensinyalir adanya oknum distributor atau pangkalan yang berperan mempermainkan harga jual elpiji 3 kg. Kami tengah menelusuri pihak yang memanfaatkan terganggunya distribusi, pekan lalu, ungkap Taufikurachman. Ia menilai tingginya harga jual elpiji 3 kg janggal karena pasokan telah sepenuhnya pulih.
Menurut Taufikurachman, Pertamina akan memberikan sanksi tegas terhadap mitra penjualan elpiji 3 kg. Kemitraan agen atau pangkalan yang nakal akan dicabut mengingat elpiji 3 kg merupakan barang subsidi pemerintah. Pertamina Region VII bermitra dengan 22 distributor dan 1.200 pangkalan di Sulsel.
Kelangkaan elpiji 3 kg di Sulsel disebabkan gangguan proses distribusi dari Situbondo (Jawa Timur) dan Balikpapan (Kalimantan Timur) karena cuaca buruk. Proses bongkar muat kapal pengangkut 1.700 metrik ton elpiji 3 kg di Pelabuhan Makassar pun tak bisa berjalan optimal.
Pasokan berangsur pulih setelah bongkar muat rampung, Selasa kemarin. Syamsuria Mokodompit, Direktur Utama Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Yudhaguna Saritirta, mengatakan, proses pengisian yang sempat terhenti pada pekan lalu kini berjalan normal. Kapasitas produksi elpiji 3 kg dalam sehari mencapai 30-40 metrik ton atau setara 10.000-13.000 tabung.
Taufikurachman menambahkan, pasokan elpiji 3 kg ke Sulsel dan Sulbar rutin dikirim dengan kapal 3 hari sekali sebanyak 1.700 metrik ton. Kebutuhan elpiji 3 kg di kedua provinsi itu mencapai 550 metrik ton per hari. Sebanyak 110 metrik ton di antaranya untuk memenuhi kebutuhan di Makassar.

