Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 07:09 WIB
Insfrastruktur
Jalan Rusak, Siswa SD Ikut Unjuk Rasa
Adi Sucipto | Robert Adhi Ksp | Kamis, 23 Februari 2012 | 14:04 WIB
|
Share:
Adi Sucipto/KOMPAS Warga Desa Sumberrame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (23/2/2012) berunjuk rasa memrotes akses jalan yang rusak.

GRESIK, KOMPAS.com — Warga Desa Sumberrame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (23/2/2012), berunjuk rasa memrotes akses jalan yang rusak.

Protes jalan rusak itu juga diikuti sejumlah siswa SD. Pengunjuk rasa membawa poster hujanan seperti, "Ini Jalan Bukan Sawah", "Lurahe Hebat Dalane Bejat" (lurahnya hebat jalannya bejat), "Aku Gak Gelem Tiboh Neh" (aku tidak mau jatuh lagi), "Dalan Bejat Ndandanono Cor" (jalan rusak perbaiki dengan cor), dan "Iki Dalane Wong Akeh Nek Gak Didandani Tak Tanduri" (ini jalan umum kalau tidak diperbaiki kami tanami).

Mereka juga mendatangi kantor desa untuk menanyakan perbaikan jalan yang rusak. Salah seorang warga, Marjuki, menyatakan kerusakan jalan sudah berlangsung sekitar tiga tahun, tetapi kurang mendapatkan perhatian.

Warga ingin kondisi jalan baik seperti sebelumnya. Saat ini jalan yang rusak menyebabkan berdebu saat panas dan becek saat hujan. "Banyak anak sekolah yang jatuh. Selain itu pakaian mereka kotor terkena cipratan tanah saat hujan," kata Marjuki.

Kerusakan jalan juga dikeluhkan sopir truk material. Mereka ditarik Rp 2.000 per rit, tapi jalan rusak. "Kami menanyakan bantuan perusahaan di Sukorame untuk perbaikan jalan," ujar Marjuki.

Saat berdialog dengan warga, Kepala Desa Sumberrame, Slamet, menuturkan, sepakat jalan diperbaiki. Dia menyebutkan bantuan dari perusahaan yang memanfaatkan akses jalan di Sukorame terkumpul Rp 35 juta.

"Rinciannya, Rp 20 juta dari Pak Paul, dan Rp 15 juta dari Bu Ani. Dana yang sudah digunakan untuk perbaikan jalan Rp 23 juta. Penggunaan anggaran dan nota kesepahaman juga diketahui Badan Permusyawaratan Desa," kata Slamet.

Ke depan jalan direncanakan dipaving agar jika rusak lebih mudah perbaikannya. Pihaknya juga akan mengumpulkan delapan perusahaan di Sukorame untuk membantu perbaikan jalan secepatnya. "Kami harus membuat reng-rengan (draf pengajuan kebutuhan) dulu," papar Slamet.