KOMPAS.com/ Taufiqurrahman
Operasi yang digelar Polres Bangkalan sudah sesuai prosedura. Meskipun ada orang yang terganggu sudah dianggap hal biasa.
BANGKALAN, KOMPAS.com — Kegiatan operasi multisasaran dan cipta kondisi yang digelar Polres Bangkalan di kaki Jembatan Suramadu sisi Madura, Minggu (19/2/2012), diduga diwarnai insiden perusakan peralatan kendaraan milik warga. Aksi polisi sudah dianggap keterlaluan karena menyebabkan kerusakan meski dilakukan secara tidak sengaja.
Muzammil (47), warga Dusun Duur, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Jawa Timur, mengaku, audio mobilnya rusak setelah seorang polisi membongkar beberapa isi dalam kendaraannya. ”Polisi sudah keterlaluan karena audio mobil saya terinjak sampai lecet dan rusak,” kata Muzammil.
Pemeriksaan itu berlangsung saat dirinya datang dari Surabaya pukul 02.00. Mobil Toyota Ist dengan nomor polisi M 11 L yang dikendarainya diperiksa dua kali oleh petugas. ”Pemeriksaan pertama langsung saya izinkan dan saya langsung keluar dari mobil. Semua yang ada di dalam mobil dibongkar, baik di bagian depan maupun belakang,” terangnya.
Setelah pemeriksaan sudah dianggap selesai, Muzammil hendak langsung berangkat melanjutkan perjalanan. Namun, tiba-tiba ada petugas baru yang datang lagi dan meminta anggota lainnya untuk memeriksa ulang mobil Muzammil. ”Saya tidak merasa bahwa ada sesuatu yang melanggar di dalam mobil saya. Jadi, saya persilakan lagi untuk memeriksanya,” ungkapnya.
Dia justru heran karena seakan-akan ada sesuatu yang dicurigai dari mobilnya. ”Setelah diperiksa dan dibongkar sampai dua kali, ternyata audio saya rusak dan tidak bisa berbunyi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Polres Bangkalan AKBP Endar Priantoro mengatakan, pemeriksaan tersebut sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap). Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap Muzammil, tetapi semua pengendara yang lewat. ”Sudah biasa pengendara merasa terganggu saat ada operasi karena mereka dicegat dan diperiksa semua kendaraannya. Namun, pemeriksaan sudah kami lakukan sudah sesuai dengan protap,” ungkapnya.
Dalam operasi tersebut, Polres Pamekasan juga mengamankan satu pengendara sepeda motor yang diduga pelaku curanmor. Sebab, di saku pengendara ditemukan kunci T berbagai jenis dan ukuran. Pemilik beserta barang bukti langsung diamankan polisi.
