Jumat, 19 Desember 2014

News / Regional

Pembangunan Pelabuhan Sangatta Dimulai Maret 2012

Senin, 20 Februari 2012 | 02:08 WIB

SANGATTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kutai Timur, H Johansyah Ibrahim, mengatakan, pemancangan tiang pertama pembangunan Pelabuhan Sangatta di Kenyamukan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, akan segera dimulai pada bulan Maret 2012 mendatang.

Menurut H Johansyah Ibrahim, rencana pemancangan tiang pertama proyek Pelabuhan Sangatta, yang memiliki panjang 1,5 kilometer dengan anggaran mencapai hingga ratusan miliar rupiah itu akan dilaksanakan langsung oleh Bupati Kutai Timur, H Isran Noor.

"Insya Allah mudah-mudahan tidak ada hambatan, jadwal pemancangan tiang pertama akan dijadwalkan bulan Maret 2012 dilakukan Bupati H Isran Noor," kata Johansyah Ibrahim, mantan Kepala Dinas Pendapatan Kutai Timur, Minggu (19/2/2012).

Johan, panggilan Johansyah Ibrahim, mantan wartawan senior Kaltim ini mengatakan, tiang pancangnya dan peralatan lainya sudah datang. Oleh karena itu, pekerjaannya sudah bisa dimulai.

Johan menambahkan, dana yang dialokasikan melalui APBD Kutai Timur tahun anggaran 2012 sebesar Rp 68 miliar atau naik sebesar Rp 10 miliar dari Rp 58 miliar tahun 2011.

Sedangkan melalui APBD I Provinsi Kalimantan Timur dialokasikan sebesar Rp 5 miliar atau kurang dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 12,5 miliar.

"Pemkab Kutai Timur berharap agar Pemprov Kalimantan Timur meningkatkan alokasi anggaran pada APBD Perubahan 2012 mendatang," kata Johansyah Ibrahim.

Peningkatan alokasi dana ini sendiri dikarenakan tahun ini pembangunan Pelabuhan Sangatta sudah memasuki tahap konstruksi sehingga dana yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Pembangunan Pelabuhan Sangatta akan mengunakan konstruksi kolam karena pada saat pengujian pertama ditemukan potensi ombak yang cukup besar di lokasi pelabuhan tersebut.

Setelah dilakukan penelitian dan pengkajian ulang, potensi ombak yang selama ini dikatakan cukup besar ternyata tidak sepenuhnya benar.

"Selain itu, ditambah dengan pembuatan break water, tentu akan dapat menahan lajunya ombak di sekitar dermaga sehingga kekhawatiran akan kuatnya tekanan ombak yang dapat merusak di dinding kapal tidak akan terjadi," katanya.


Editor : Benny N Joewono
Sumber: