Senin, 1 September 2014

News / Regional

Masalah Keluarga

Baru Dibuka, Enam Laporan Masuk

Jumat, 17 Februari 2012 | 21:02 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang baru diresmikan sudah menerima enam laporan pengaduan. Laporan yang masuk, sejak pelantikan pengurus pada 22 Desember 2011, antara lain adalah soal perselingkuhan, permohonan pemberian nafkah dari mantan suami, pencabulan anak perempuan oleh ayah kandung, pencabulan anak perempuan oleh paman, dan hak asuh anak.

P2TP2A Balikpapan dibentuk sebagai tanggapan Pemkot Balikpapan terhadap maraknya kasus dan permasalahan yang terkait dengan kekerasan, eksploitasi, serta perlakuan yang merugikan bagi kaum perempuan dan anak. "Korban kekerasan rumah tangga berhak mendapat layanan kesehatan, penanganan khusus, pendamping, fasilitas rumah yang aman, bantuan hukum, pelayanan rohani, dan pemulihan," kata Ketua P2TP2A Balikpapan Arita Rizal Effendi, Jumat (17/2/2012).

Lembaga ini baru diresmikan pendiriannya pada Selasa (14/2/2012), ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman sejumlah instansi.

Arita menambahkan, sejumlah kegiatan yang akan dikerjakan adalah sosialisasi kepada warga melalui berbagai institusi, lembaga, organisasi wanita, dan organisasi kemasyarakatan. Selain itu juga menyiapkan kantor sekretariat.


Penulis: Lukas Adi Prasetya
Editor : Nasru Alam Aziz