Rabu, 23 April 2014

News / Regional

Flu Burung, Ayam-ayam di Petamanan Dibakar

Jumat, 17 Februari 2012 | 13:42 WIB

Baca juga

PASURUAN, KOMPAS.com - Dalam kurun waktu kurang dari seminggu, 80 ayam kampung di Kelurahan Petamanan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur mati mendadak. Diduga matinya puluhan ayam tersebut terserang flu burung. Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Pasuruan bersama petugas Pengendalian Avian Influenza Dinas Peternakan Jawa Timur langsung melakukan Focal Culling (pemusnahan lokal) terhadap ayam-ayam yang masih hidup, Jumat (17/2/2012).

"Tindakan pencegahan yang dilakukan itu menyusul adanya laporan matinya ayam secara massal di kelurahan ini," ujar Iswahyudi, Koordinator Pengendalian Avian Influenza Dinas Peternakan Jatim.

Berdasarkan data yang didapat petugas, warga mengeluhkan ayam-ayam yang mendadak mati sejak seminggu yang lalu. Hampir tiap hari,  2 hingga 18 ekor mati dengan proses yang sangat cepat. "Untungnya warga di sini sangat respon dengan kejadian ini. Sehingga kita langsung datang dan langsung melokalisir area yang terindikasi adanya flu burung," tambah Iswahyudi.

Tindakan antisipasi dapat dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari public awareness (penyadaran) terhadap pemilik ayam, penyemprotan kadang dan focal culling (pemusnahan lokal) terhadap ayam-ayam yang belum terkena flu burung.

Dengan mengenakan pakian pelindung diri, petugas yang datang ke lokasi melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kandang ayam. Hal itu dilakukan guna mencegah perluasan virus flu burung, agar tidak menular pada warga atau pemilik ayam. "Usai melakukan penyemprotan, sisa ayam yang berada di dalam kandang juga langsung dimusnahkan dengan cara dibakar," tambahnya.

Sedangkan untuk memastikan ada dan tidaknya warga yang terjangkiti virus flu burung, sebanyak lima orang diambil sampel darahnya untuk dilakukan uji laboratorium. "Karena sebelumnya warga mengaku semenjak kejadian ayam mati massal, sesak nafas dan batuk. Tapi utuk hasil pastinya kita harus nunggu hasil uji lab-nya," ujar Bambang Pramono, Sekretaris Dinkes Kota Pasuruan.


Penulis: Moh. Anas
Editor : Glori K. Wadrianto