Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 08:30 WIB
Bulog Lampung Targetkan Pengadaan Beras 190.000 Ton
Yulvianus Harjono | Nasru Alam Aziz | Kamis, 16 Februari 2012 | 19:53 WIB
|
Share:

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Perum Bulog Divisi Regional Lampung menargetkan pengadaan beras sebanyak 190.000 ton tahun ini. Target ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 125.000 ton. Pengadaan beras mulai dilakukan pada Maret seiring musim panen raya rendeng.

Menurut Kepala Humas Bulog Divre Lampung Ma'ruf, target 190.000 ton ini sangatlah tinggi sebab, pada tahun lalu, dari target 125.000 ton hanya terealisasi 63.000 ton. "Akan diupayakan semaksimal mungkin membeli beras dari petani. Tahun ini, HPP (harga pembelian pemerintah), kan, juga rencananya dinaikkan," tutur Ma'ruf, Kamis (16/2/2012) di Bandar Lampung.

Pemerintah pusat berencana menaikkan HPP beras sebesar 28 persen, dari sebelumnya Rp 5.060 per kg menjadi Rp 6.500.

Adapun harga beras di Bandar Lampung menjelang musim panen raya rendeng masih bertahan tinggi. Berdasarkan pantauan di Pasar Smep Bandar Lampung, Kamis, harga beras kualitas sedang dari jenis IR-64 saat ini berkisar Rp 8.500 per kg, sementara yang paling rendah Rp 8.000 per kg.

"Harga ini bertahan sejak Januari," tutur Koko (28), pedagang di Pasar Smep.

Pertengahan tahun lalu, harga beras kualitas sedang masih Rp 7.500-Rp 8.000 per kg. Seiring masuknya musim kemarau (gaduh), harga beras terus merangkak naik.

Operasi pasar

Perum Bulog Divisi Regional Lampung telah menyalurkan 268 ton beras dalam kegiatan operasi pasar yang dilakukan sejak 27 Januari. Beras yang digunakan adalah beras impor dari Vietnam.

Harga eceran beras operasi pasar ini ditentukan Rp 6.700 per kg. Meski jauh lebih murah dibandingkan dengan harga beras kualitas rendah di pasaran saat ini, tidak semua pedagang menyukai dan menjual beras operasi pasar ini.

"Ribet aturannya. Harganya diatur-atur, tidak boleh dinaikkan," ungkap Koko.