KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO
Inilah para tersangka pelaku pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor saat ditunjukkan di Polda Jabar, Kamis (16/2/2012). Ternyata mereka tak saling kenal satu sama lain. Hubungan dilakukan dengan SMS, transfer uang, dan paket.
BANDUNG, KOMPAS.com- Para pemalsu surat kendaraan bermotor yang ditangkap polisi ternyata tidak pernah bertatap muka sebelumnya. Segala interaksi dilakukan melalui layanan pesan singkat serta transfer bank.
Hal itu diungkapkan salah seorang tersangka, TW, sewaktu dipamerkan di Mapolsek Astana Anyar, Kamis (16/2/2012). TW bekerja bersama BM di Yogyakarta sebagai kurir. Dia menerima pesanan kemudian berhubungan dengan pembuat surat palsu.
"Saya mendapat Rp 500.000 untuk setiap dokumen yang diantarkan," ujar TW yang mengaku sudah menyalurkan pesanan lima buku.
Dalam bekerja, TW hanya mendapat layanan pesan singkat kemudian uang ditransfer ke rekening. Begitu dokumen palsu jadi, langsung dipaketkan.
TW adalah salah satu dari enam tersangka yang berhasil diamankan polisi selain IR, ES, BM, EW, dan TO. IR dan ES adalah pasangan suami istri yang bertindak selaku pemesan.

