PONTIANAK, KOMPAS.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat menangkap AY (36), saat dia sedang mengambil sabu, Rabu (15/2/2012) malam, di Kota Pontianak. Sabu dikirim oleh jaringan narkotika internasional dari Kuching, Negara Bagian Sarawak, Malaysia.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Sugeng Heryanto, Kamis (16/2/2012), mengatakan, sabu seberat 200 gram itu dikirim menggunakan bus.
"Tersangka kami tangkap saat mengambil sabu di pool bus SJS di Jalan Antasari, Kota Pontianak. Sekarang cara pengiriman sabu sudah tak lagi menggunakan kurir yang membawa, tetapi cukup dikirim lewat bus, lalu ada yang mengambil," kata Sugeng.
Jaringan internasional sabu di Kuching, menitipkan sebuah paket berisi sabu yang dikemas bersama botol berisi arak dan satu botol lain berisi teh China. "Sopir bus sudah kami mintai keterangan, dia mendapat upah 20 ringgit atau sekitar Rp 60.000. Dia tidak tahu apa isi paket itu, sementara tersangka mendapat upah Rp 200.000. Jadi, sekarang ada pergeseran yang kemungkinan untuk memutus rantai jaringan dan menekan ongkos pengiriman," kata Sugeng.

