Kompas.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM
Dari kiri ke kanan, Rodiana Eko Purwanto (Sekretaris Desa Sonorejo, Grogol, Kabupaten Kediri), Katiyah (Nenek Arul), Sriwati (tetangga) saat penyerahan bantuan dari pembaca Kompas.com dirumah kepala desa setempat, Kamis (16/2/2012)
KEDIRI, KOMPAS.com - M Arul Ulya Latif (5), bocah penderita tumor syaraf asal Desa Sonorejo, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mendapat bantuan dari pembaca Kompas.com. Bantuan uang tunai sebesar Rp 7 juta itu disalurkan langsung kepada keluarga Arul, Kamis (16/2/2012).
Nenek Arul, Katiyah yang mewakili keluarga untuk menerima bantuan tersebut, disaksikan Sekretaris Desa Rodiana Eko Purwanto. "Saya ucapkan terima kasih. Semoga barokah dan semuanya diberi kelancaran rezekinya oleh Allah SWT," kata Katiyah.
Arul ditemani orang tuanya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Darmi, ibunda Arul yang dihubungi melalui saluran telepon saat penyerahan dana ini pun menyampaikan ucapan terima kasih. "Saya tidak mampu membalasnya, semoga Tuhan mencatatnya dan mengganti amal baik ini dengan sepantasnya," ujar Darmi yang dihubungi saat berada di Surabaya, melalui sambungan telepon.
Dalam percakapan per telepon ini, Darmi mengungkapkan, kondisi Arul belum sepenuhnya stabil, bahkan beberapa kali mengalami kritis. Menurutnya, pihak rumah sakit masih terus memantau perkembangan kesehatan Arul yang dirawat di UPI Irna Bona 2, lantai 2. Darmi mengatakan, tindakan medis berat baru akan dilakukan ketika kondisinya membaik.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selasa (7/2/2012), tubuh Arul terlihat ringkih menahan kepalanya yang membesar seperti terkena hydrocephalus. Di sekitar area kelopak kedua matanya juga menghitam seiring membesarnya bola mata. Ia terus merengek menahan sakit.
Saat itu, ibu Arul, Darmi, menuturkan, sakit yang diderita anaknya itu mulai terjadi pada pertengahan tahun 2010 silam. Berawal dari sakit panas yang tidak kunjung sembuh. Lalu diikuti dengan munculnya bintik coklat kehitaman pada bola matanya. Kondisinya itu sangat memprihatinkan. Kedua orang tuanya tidak mempunyai cukup biaya untuk pengobatannya, terlebih usahanya mengurus Jamkesda juga sempat gagal.
Berita tentang kondisi Arul inilah yang kemudian menggerakkan hati pembaca Kompas.com untuk mengulurkan tangan demi meringankan beban penderitaan Arul dan keluarganya.

