LARANTUKA, KOMPAS.com Dalam dua bulan terakhir, empat kali terjadi tawuran antara pemuda Kelurahan Amagarapati dengan Kelurahan Postoh, di Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Perlu penyelesaian masalah segera agar tidak berkembang ke konflik SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan).
"Tawuran sampai empat kali ini dimungkinkan bukan lagi spontan dilakukan oleh para pemuda. Yang mesti diwaspadai adanya pihak ketiga yang ingin mengambil kesempatan," ujar Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1624/ Flores Timur Letkol Infanteri Benny Arifin, Rabu (15/2).
Kerawanan konflik SARA menurut Benny dilihat dari masing-masing kelurahan yang berbeda keyakinan. Selain itu, pada Sabtu malam, sering terlihat anak-anak muda yang minum minuman keras hingga mabuk.
Empat tawuran
Tawuran antarpemuda Amagarapati dengan Postoh awalnya terjadi 31 Desember 2011. Keributan terjadi karena kelompok pemuda mabok dam saling serang dengan melempar batu. Letak Kelurahan Amagarapati dengan Postoh bersebelahan .
Tawuran serupa kemudian terjadi lagi pada tanggal 5 dan 15 Januari 2012, dan terakhir pada hari Sabtu (11/02/2012) malam hingga Minggu (12/02/2012) dini hari. Peristiwa tawuran selalu terjadi tengah malam.
Kejadian terakhir bermula dari pesta ulang tahun yang digelar seorang warga di Kelurahan Amagarapati. Pesta itu terhenti, dan suasana menjadi kacau ketika terjadi pelemparan batu oleh orang tak dikenal.
Aparat Kepolisian Resor Flores Timur kesulitan mengendalikan situasi di malam kejadian, terutama di Kelurahan Amagarapati, karena warga setempat melempari polisi yang akan masuk mengamankan kelurahan tersebut.

