Sabtu, 26 Juli 2014

News /

PANGAN

Harga Gabah di Jawa Timur

Selasa, 14 Februari 2012 | 03:03 WIB

Banyuwangi, Kompas - Suplai panen padi di Banyuwangi, Jawa Timur, masih minim sehingga harga gabah tinggi. Hingga Senin (13/2), harga gabah kering giling mencapai Rp 4.600 per kilogram. Harga itu merupakan harga tertinggi dalam setahun terakhir karena biasanya antara Rp 3.300 dan Rp 3.500 per kilogram.

Berdasarkan data dari dinas pertanian, jumlah area panen di Banyuwangi baru 30 persen dari total areal. Jumlah 30 persen itu setara dengan 12.000 ton gabah kering giling. Panen raya diperkirakan baru dimulai pada Maret hingga April nanti.

”Panen selalu ada karena masa tanam tidak serentak dilakukan di semua daerah. Hanya saja jumlahnya masih terbatas,” kata Pratmadja Gunawan, Kepala Bidang Pertanian dan Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Pratmadja, pada bulan Maret dan April mendatang jumlah panen padi diperkirakan mencapai 38.000 ton gabah kering giling. Jumlah itu mencapai 70 persen dari total hasil panen musim tanam ini.

Tingginya harga gabah saat ini juga membuat Bulog Subdivre IX Banyuwangi kesulitan menyerap gabah dan beras. Penyerapan hingga pekan lalu belum bisa dilakukan. ”Selain itu, kami masih menunggu harga pembelian pemerintah yang baru,” kata Imron, Wakil Kepala Bulog Subdivre IX Banyuwangi.

Di Kabupaten Malang, panen pada pertengahan musim hujan di wilayah pengairan Daerah Pengaliran Sungai Brantas tidak banyak mengubah harga beras di tingkat konsumen. Harga beras untuk jenis beras favorit, Mentari, masih Rp 8.200 per kilogram. ”Ini sama dengan harga dua pekan terakhir,” kata Ny Puji (35), pedagang beras eceran di daerah pasar grosir Pasar Gadang, Kota Malang. (NIT/ODY/SEM)


Editor :