BANDA ACEH, KOMPAS.com - Pascamengamuknya napi di rumah tahanan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (13/2/2012) siang, kini suasana rutan sudah kembali kondusif. Para napi kini sudah kembali ke sel mereka masing-masing.
Hal tersebut dikatakan Kapolres Aceh Timur, AKBP Eka Putra, saat dikonfirmasi kembali oleh Kompas.com. Menurut Eka Putra, kini situasi rutan sudah kondusif, dan dipastikan tidak ada satu napi pun yang lolos dari tahanan.
"Saat kejadian siang tadi para napi memang sempat melakukan upaya melarikan diri, mereka sudah bisa melewati tiga pintu penjagaan karena pintu-pintu itu memang tidak dikunci, sebab pada saat itu merupakan jam besuk, tapi pada pintu terakhir tetap digembok, sehingga mereka tidak bisa lari eluar," jelas AKBP Eka Putra.
Kini, tambah Eka Putra, polisi masih melakukan penjagaan ketat di rutan, karena beberapa sipir kondisinya belum normal. "Semua petugas lapas itu dilempari dengan air cabe dan juga coba diserang dengan pisau-pisau yang dibuat oleh para napi," katanya.
Diduga para napi ini sudah merencanakan sejak lama upaya penyerangan terhadap sipir dan petugas polisi penjaga rutan. "Ketika kami kumpulkan mereka, para napi mengaku sudah lama menahan rasa emosi dan tidak nyaman, karena para napi merasa diperlakukan tidak manusiawi, terutama masalah makanan," jelas Kapolres.
Dalam insiden ini, dua napi terluka, satu napi terluka tembak bernama Iskandar, dan satunya mengalami luka sayatan senjata tajam bernama Hasyim. "Kini kondisi keduanya sudah membaik, dan sudha bisa kembali ke rutan setelah mendapat perawatan, tapi keduanya diminta untuk bisa beristirahat sehari lagi di rumah sakit untuk penyembuhan," kata Kapolres.
Peristiwa kerusuhan tersebut terjadi saat jam besuk sekitar pukul 13.00. Tiba-tiba salah seorang napi mencoba menerobos pintu penjagaan dalam. Tindakan tersebut diikuti sejumlah napi lainnya. Para penjaga rutan yang takut kemudian lari menyelamatkan diri khawatir akan amukan para napi yang kian besar.
Para napi merusak sejumlah pintu, membakar kantin, dan membakar pos penjagaan. Mereka juga melempari petugas dengan benda-benda yang ada di dalam rutan. Sekitar pukul 15.00 polisi datang dan melepaskan sejumlah tembakan peringatan. "Setelah terdengar bunyi tembakan, amuk massa mereda, kata Nasrudin," salah seorang warga yang ada di dekat lokasi kejadian.
