Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:59 WIB
Kecelakaan di Majalengka
Sopir Bus Jaya Prima Sedang Diperiksa
Rini Kustiasih | Marcus Suprihadi | Senin, 13 Februari 2012 | 09:22 WIB
|
Share:
KOMPAS/RINI KUSTIASIH Petugas Dinas Perhubungan Majalengka dan Kesatuan Lalulintas Polres Majalengka sedang mengecek kondisi fisik dan teknis Bus Jaya Prima yang mengalami kecelakaan beruntun, Minggu kemarin. Pemeriksaan dilakukan, Senin (13-2/2012).

MAJALENGKA, KOMPAS.com- Kondisi sopir Jaya Prima yang mengalami kecelakaan di Jalan Kadipaten, Majalengka, Minggu kemarin, Egi Ginanjar (23), saat ini sudah mulai membaik setelah sempat syok pascakejadian.

"Saat ini ia sedang dimintai keterangan. Namun, hasil akhirnya belum bisa kami kemukakan, karena pemeriksaan belum usai," kata Kepala Kepolisian Resor Majalengka Ajun Komisaris Besar Lena Suhayati, Senin (13/2/2012).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka Ajun Komisaris Maman B Jiji menambahkan, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan dinas perhubungan setempat untuk memeriksa kelaikan bus naas tersebut.

Kecelakaan yang terjadi di Jalan Kadipaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu kemarin sekitar pukul 10.30, itu menewaskan tiga orang dan melukai 25 orang lainnya. Kecelakaan melibatkan satu bus, satu sedan, dua truk, tiga delman, dan empat sepeda motor.

Pengendara sepeda motor Jajang Mujahid (41) tewas di lokasi kejadian. Selain Jajang, dua orang lainnya yang meninggal dunia adalah Andri (22) yang menumpang dump truk, dan Beni Kurnia Ilahi (29) yang meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Sebanyak 17 orang luka ringan dan menjalani rawat jalan di RS Cideres Majalengka, enam lainnya dirawat di UGD RS Cideres, dan dua korban luka berat dirujuk ke RS Mitra Plumbon dan RS Sumber Waras yang keduanya ada di Cirebon.

Lena juga membantah pemberitaan sejumlah media bahwa sopir Egi Ginanjar hanya mempunyai SIM C. "Dia telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 Umum. Artinya, ia sudah mengemudi dengan SIM yang sesuai aturan," kata Lena. "Kami menemukan SIM B1 umum pada identitas sopir," tegasnya.