Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:54 WIB
Pengentasan Kemiskinan
Bupati Kampar: Dua Tahun Kemiskinan Hilang
Syahnan Rangkuti | Marcus Suprihadi | Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:47 WIB
|
Share:

KUIBANG, KOMPAS.com — Bupati Kabupaten Kampar, Riau, Jefry Noer, berjanji dalam dua tahun sejak sekarang, kemiskinan di daerahnya bakal hilang. Program pengentasan kemiskinan itu diawali dengan selesainya pendidikan terapan pertanian terpadu terhadap 120 pemuda penyuluh swakarsa yang diresmikan oleh Menteri Pertanian Suswono, di Kubang, Siak Hulu, Kampar, Sabtu (11/2/2012).

Selama dua pekan, setiap peserta mendapat pelatihan teori dan praktik mengembangkan usaha perikanan, pertanian, peternakan, dan pengolahan pascapanen. Pelatihan itu bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan petani-petani sukses di Jawa Barat.

Setiap peserta penyuluh swakarsa angkatan pertama ini akan kembali ke desanya. Mereka akan menjadi duta wirausaha tangguh. Mereka diwajibkan merekrut 10 anggota kelompok tani, dan menularkan ilmu yang telah mereka dapat selama dua minggu di pusat pelatihan pertanian terpadu ini.

Pemerintah Kabupaten Kampar akan menyalurkan dana maksimal Rp 100 juta per keluarga (anggota) dari dana total Rp 165 miliar yang sudah tersedia. Dana ini terus bergulir kepada 120 peserta pelatihan angkatan kedua yang baru dimulai hari ini.

"Kalau ada kendala, tim dari dinas terkait siap memberi bantuan," ujar Jefry Noer pada acara peresmian angkatan pertama penyuluh pertanian terpadu.

Jefry menambahkan, khusus untuk Kecamatan Bangkinang Seberang, pihaknya telah memulai program biogas. Dari sekitar 5.000 sampai 6.000 keluarga di kecamatan itu akan diberi pinjaman maksimal 10 ekor sapi per keluarga. Peternakan sapi itu ditujukan untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan daging Riau yang mencapai 27.000 ekor per tahun.

Selain itu, setiap keluarga akan diberi pelatihan dan peralatan untuk menggunakan kotoran sapi sebagai bahan bakar biogas. "Kami mewajibkan mendirikan koperasi yang akan mengelola sisa bahan biogas yang akan diolah menjadi kompos atau pupuk organik," kata Jefry.

Jefry juga memulai program pengadaan sembako murah. Pengadaan barang-barang kebutuhan pokok nantinya akan diuapayakan langsung dengan distributor pusat. Bahan seperti tepung, minyak goreng, atau gula nantinya akan didatangkan langsung dari distributor pusat ke distributor daerah yang bekerja sama dengan Pemkab Kampar.

Distributor daerah langsung bekerja sama dengan unit usaha di desa-desa. "Dengan memotong empat rantai distribusi, nantinya harga bahan pokok di desa-desa Kampar akan lebih murah dari daerah lain," kata Jefry.

Jefry mengatakan, seluruh proyeknya itu dilakukan melalui program dana bergulir dan tidak akan dijadikan proyek dinas. Dinas terkait seperti Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Tanaman Pangan, Koperasi dan Perindustrian-Perdagangan akan menanggungjawabi program-program itu.

"Dengan seluruh program ini, saya yakin dalam dua tahun kemiskinan akan hilang di Kampar, kecuali terhadap masyarakat yang malas. Buat yang rajin, mereka akan berkembang. Kami siap membantu dana dan pelatihan agar mereka mampu," tandas Jefry.

Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, upaya yang dilakukan Bupati Kampar sangat patut didukung. Program itu memberi harapan besar untuk masa mendatang. "Kalau tepat sasaran, program ini pasti berhasil. Tantangannya hanyalah menyingkirkan penyakit malas," kata Suswono.

Senada Suswono, Gubernur Riau Rusli Zainal, menyatakan siap membantu program Jefry. Dia bahkan meminta bupati-bupati lain di daerahnya mau meniru program Jefry.