Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:50 WIB
Polewali Mandar
Enam Meninggal Diduga karena TBC
Junaedi | Hertanto Soebijoto | Sabtu, 11 Februari 2012 | 14:24 WIB
|
Share:
JUNAEDI Warga mendapat sosialisasi dan kampanye kesehatan di desa-desa di Polewali, belum lama ini

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Sebuah lokasi terpencil di Dusun Songi, Desa Batte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terserang penyakit TBC atau tuberculosis. Sejak enam tahun terakhir enam warga Dusun Songi diduga meninggal dunia karena terserang penyakit TBC.

Dinas kesehatan setempat hari ini telah menurunkan tim kesehatan ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel guna memastikan apakah penyebab kematian sejumlah warga terjadi karena serangan TBC yang tidak ditangani petugas kesehatan dengan cermat.

Dusun Songi yang berjarak sekitar 80 kilometer dari kota Kecamatan Mapilli, Polewali ini harus ditempuh menggunakan kendaraan dan berjalan kaki belasan kilometer sebelum tiba di lokasi. Sulitnya akses jalan ke l;okasi diduga mejadi pemicu lemahnya pelayanan kesehatan di lokasi ini.

Kepala dinas Kesehatan Polewali Mandar, dr Ayub Ali mengakui telah menerima laporan petugas kesehatan di lokasi. Dinas kesehatan telah menurunkan tim dokter untuk meninjau di lokasi. Tim tersebut nantinya akan memeriksa dan mengambil sampel warga yang terserang TBC.

Menganai adanya enam warga dusun Songi yang diduga meniggal karena serangan TBC menurut Dokter Ayub Ali hal tersebut masih harus dibuktikan, apakah korban meniggal dunia karena penyakit TBC atau karena penyakit lain.

"TIM kesehatan telah diturunkan untuk mengecek ke lokasi, hasilnya nanti akan kami ketahui apakah warga di sana benar-benar terserang penyakit TBC atau tidak seperti ramai diberitakan media.

Kabag Humas Pemda Polewali Mandar, Muhammad daniel menyatakan, bupati telah memerintahkan aparat desa dan kecamatan untuk turun ke lokasi. Senada dengan petugas kesehatan, Muh Daniel menyatakan, laporan adanya enam warga yang diduga meninggal karena TBC sejak enam tahun terakhir atau karena faktor penyakit lain.

Memang ada laporan kepala desa setempat yang memgakui adanya enam warganya yang meniggal dengan kondisi dan ciri yang sama. Korban meniggal mengeluarkan dahak dan darah. "Namun ini harus dibuktikan apakah itu karena penyakit TBC atau karena faktor lain," ujar Muh Daniel.

Muhammad Daniel menyatakan tetap memberi apresiasi positif usaha media melakukan publikasi hingga membuka mata siapa saja termasuk pemerintah. Muhammad Daniel menyatakan, jika laporan aparat desa yang diekspos media tersebut benar adanya, maka patut disesalkan kinerja aparat kesehatan dan petugas puskesmas dan aparat desa setempat yang memang telah dibekali pengetahuan untuk mengatasi berbagai pesoalan di desa termasuk penyakit yang berpotensi menyerang warga.