Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:49 WIB
Tiga Anggota TNI Terjaring Operasi
Darwiaty Ambo Dalle | Hertanto Soebijoto | Sabtu, 11 Februari 2012 | 12:01 WIB
|
Share:
TRIBUN BATAM/IMAN Ilustrasi

PINRANG, KOMPAS.com — Tim gabungan dari Batalyon Infanteri 721 Makkasau, Satuan Lalu Lintas Polres Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dan Dinas Perhubungan melakukan operasi pemeriksaan kelengkapan berkendaraan. Dalam operasi tersebut, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak luput dari pemeriksaan. Alhasil, dalam operasi tersebut terjaring tiga anggota TNI yang berkendaraan tanpa dilengkapi surat-surat.

Perwira seksi Pers Yonif 721/ Makkasau Letnan Satu Infanteri Yan Manggala Simanjuntak kepada Kompas.com, Sabtu (11/2/2012), mengatakan, dugaan banyaknya aparat yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat berkendaraan menjadi salah satu alasan digelarnya operasi gabungan tersebut.

"Jangan hanya masyaralat sipil saja yang selalu dirazia. Aparat yang seharusnya bisa menjadi panutan, juga wajib kena razia kalau melanggar aturan," katanya.

Dengan operasi tersebut, pihaknya berharap seluruh anggota TNI di Pinrang bisa meningkatkan kedisiplinan berkendaraan sekaligus penataran bagi Provos Satuan TNI Yonif 721 Makkasau dalam ketertiban dan kedisiplinan berkendaraan.

"Anggota TNI wajib memiliki kelengkapan berkendaraan. Ketiga anggota kami yang terjaring akan kami beri sanksi disiplin berupa pembinaan," katanya.

Tidak hanya anggota TNI yang terjaring dalam operasi tersebut, tetapi sejumlah pengendara yang mengaku keluarga anggota TNI juga ikut terjaring. Pengendara mobil yang tidak menggunakan sabuk pengaman pun ditindak.

Di tempat yang sama, Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, dan Pengawalan (Turjawali) Inspektur Satu Muhammad Nazaruddin mengatakan, operasi gabungan yang dilakukan kelengkapan kendaraan seperti lampu, surat izin mengemudi, dan STNK bagi pengendara.

"Oknum satuan TNI yang terdata tidak melengkapi surat berkendaraan akan ditindak oleh Provos satuan masing-masing," kata Yan Manggala.

Syahrul, salah seorang pengendara yang terjaring operasi, mengaku kelengkapan kendaraan miliknya tertinggal di rumahnya. "Saya lupa bawa dompet, sementara SIM dan STNK saya ada di dompet," katanya.