Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 06:47 WIB
Petani Dieng Kembangkan Carica
Gregorius Magnus Finesso | Nasru Alam Aziz | Jumat, 10 Februari 2012 | 23:08 WIB
|
Share:

BANJARNEGARA, KOMPAS.com -- Petani kentang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tertarik mengembangkan komoditas buah carica (Carica candamarcensis) sebagai upaya konservasi lahan setempat yang sudah kritis. Selain dapat menjadi penahan erosi, komoditas carica juga bernilai ekonomi dengan jaminan pasar yang menjanjikan.

Nasrullah, Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, mengemukakan bahwa selama ini masyarakat di wilayah Kecamatan Batur hanya mengandalkan kentang sebagai tanaman utama. Namun, seiring merosotnya produktivitas akibat lahan yang sudah tidak subur sejak lima tahun terakhir, petani mulai melirik carica sebagai tanaman alternatif.

Saat ini di Desa Karang Tengah terdapat sekitar 30.000 pohon carica yang ditanam berselingan dengan kentang di lahan petani. Ini menunjukan antusias warga semakin tinggi terhadap tanaman carica. "Bahkan, belum lama ini di sekitar Telaga Merdada juga ditanam carica. Tanaman ini diharapkan mengurangi erosi sekaligus ikut mendukung konservasi lahan di Dieng," tutur Nasrullah, Jumat (10/2/2012) di Banjarnegara.

Buah carica yang termasuk dalam rumpun pepaya merupakan tanaman khas Dataran Tinggi Dieng. Bentuk buahnya mirip pepaya, namun ukurannya lebih kecil dengan rasa buah yang agak masam dan sedikit kenyal. Selama ini carica banyak dijual dalam bentuk manisan dan menjadi oleh-oleh khas Dieng.

Antusiasme petani menanam carica juga terjadi di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur. Kepala Desa Sumberejo Ibrahim menuturkan, tanaman carica saat ini telah menjadi tanaman alternatif selain kentang. Kelebihan lainnya, dalam masa perawatan, carica tidak membutuhk an pupuk berlebih sehingga tidak menambah kerusakan lahan.

Setidaknya 3.000 pohon carica sudah ditanam petani Sumberejo menjadi tanaman selingan kentang. "Kami berharap ada bantuan alat pengolahan carica, sehingga kami tidak kesulitan dalam pembuatan dan pemasaran manisan carica," katanya.